Gaya Hidup

Penjual Bakso Ini Pernah Lukis Ibu Negara Iriana Jokowi

Mojokerto (beritajatim.com) – Jika anda datang ke Polres Mojokerto Kota, anda akan menjumpai sosok pria penjual bakso yang menjajakan dagangannya dengan menggunakan sepeda motor. Dialah Suyanto pelukis kontemporer yang nyambi sebagai penjual bakso.

Untuk menemuinya tak susah, karena warga Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto ini berjualan bakso di halaman Mapolres Mojokerto Kota samping lapangan Patih Gajah Mada. Ia pernah melukis istri Kapolres Mojokerto Kota hingga pernah dipesan langsung oleh ibu negara, Iriana Jokowi.

Di saat menanti pelanggan, pria berambut gondrong ini mengisi waktunya dengan melukis. Ia menggoreskan pensilnya di atas kertas, goresannya terlihat sangat detail. Kerutan hingga bulu yang menempel di kulit pun, tergambar sangat apik.

Meski digarap di pinggir jalan dan di area parkiran, karya Yanto ini masih banyak yang melirik. Seperti yang baru dilukisnya adalah isteri Kapolres Mojokerto Kota Lia Sigit. Dengan memakai baju khas Bhayangkari, lukisan Lia Sigit nampak hidup. Mirip sebuah foto berukuran besar.

Tidak hanya di kalangan kepolisian. Keahlian Yanto juga banyak dikagumi kalangan pejabat di kota Mojokerto dan dipajang di ruang kantornya. Ia mengaku, menjual bakso sambil melukis sudah dijalani sejak sembilan tahun silam. Selama itu, ia telah menghasilkan banyak lukisan.

“Kalau di suruh menghitung, sudah tidak bisa. Karena sudah terlalu banyak karena sudah banyak yang pesan. Ada juga Kadiknas Kota Mojokerto, pak Amin Wachid, ibu Kapolresta tapi yang bisa saya lupa ialah melukis presiden Jokowi dan isteri,” ungkapnya, Sabtu (6/4/2019).

Saat itu, ia mendapat telepon dari seseorang yang mengaku dari istana dan memesan lukisan jenis drawing paper. Ada dua lukisan yang dipesan. Pesanan tersebut sampai ke tangan karena media sosial (medsos) Instagram (IG) yang ia gunakan untuk memasarkan lukisannya.

“Ternyata orang itu follower IG saya. Memang saya bisa melukis meski jualan bakso, karena menurut saya menjual bakso sambil melukis, bukan pekerjaan yang bodoh. Tidak ada kata gengsi karena sama-sama untuk cari nafkah. Menjual bakso itu bukan maling,” katanya.

Ia mengaku tidak jaga image (jaim) dengan profesinya sebagai penjual bakso, bahkan menurutnya itu justru dianggap keren. Karena keduanya bisa dilakukan bersamaan yakni bisa berjualan bakso dan melukis di Polres Mojokerto Kota.

“Saya tidak punya konsep khusus dalam melukis, yang saya lakukan hanya sekedar menyasar harga yang terjangkau. Untuk lukisan ukuran 10 R, saya biasa jual Rp500 ribu hingga Rp600 ribu. Dengan harga itu, bahan yang digunakan pun berbeda,” tutur bapak dia anak ini.

Tegas suami dari Dhini Ekayati (36) ini, yakni bukan dengan cat minyak dan kanvas. Melainkan disiasatinya dengan pensil warna dan bahan dasar kertas sehingga membuat karyanya lebih hidup karena hasil lukisannya berwarna.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar