Gaya Hidup

Pengusaha Coffe Shop Keluhkan Penerapan Dine In PPKM 25 Persen

Surabaya (beritajatim.com) – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM yang rencananya akan diberlakukan mulasi senin, 11 hingga 25 Januari 2021 di Surabaya dan Malang rupanya terlalu memberatkan. Terutama untuk resto atau cafe yang kebanyakan pelanggannya melakuka dine in di tempat.

Salah satunya Saat Kopi yang berada di jalan Porong, Surabaya, manajemen Saat sangat keberatan dengan penerapan yang diberlakukan, jika di PSBB awal tahun 2020 lalu penerapan dine in yang sesuai dengan protokol kesehatan 50 persen masih diberlakukan sedangkan untuk PPKM justru lebih menekan hanya 25 persen untuk para tamu yang makan di tempat.

Hal ini membuat kekhawatiran manajemen coffe shop yang selalu disinggahi kawula muda ini, kebijakan ini tentu akan berimbas pada okupansi pendapatan.

“Kebijakan ini dikhawatirkan berimbas pada bisnis cafe. Pembatasan kapasitas pengunjung dan jam operasional akan berdampak pada pendapatan. Lantaran pendapatan terbesar selama ini berasal dari layanan dine in atau makan di tempat, meski selama pandemi ini sudah mengalami penurunan pendapatan hampir 50 persen” ungkap Rizky Putra Erawan, Karyawan Saat kopi, Sabtu (9/1/2021).

Nantinya pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat,Pemerintah akan membatasi jumlah pengunjung sebesar 25 persen dan jumlah tamu hotel maksimal 50 persen. Sedangkan untuk jam operasional dibatasi maksimal pukul tujuh malam.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Keterangan Pers terkait dengan Hasil Rapat Terbatas di Kantor Presiden pada 6 Januari 2021 lalu akan kebijakan PPKM bukanlah karantina wilayah atau lockdown. Melainkan hanya pembatasan mobilitas warga yang diperketat.[way/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar