Gaya Hidup

Pengunjung Bromo Dibatasi Maksimal 739 Orang Per Hari

Malang (beritajatim.com) – Wisata Gunung Bromo akan segera dibuka oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS). Bersama empat kepala daerah yakni, Bupati Lumajang, Bupati Malang, Bupati Probolinggo dan Bupati Pasuruan mereka telah menyusun SOP rencana pembukaan dengan mengacu protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie mengungkapkan di masa transisi new normal ini jumlah pengunjung hanya diperbolehkan 20 persen dari jumlah kunjungan wisatawan di hari normal sebelum pandemi Covid-19. Bila dihitung secara angka, hanya 739 wisatawan yang diperbolehkan menikmati keindahan Bromo setiap harinya.

“Estimasi jumlah pengunjung sebesar 20 persen itu sebanyak 739 orang per hari. Kalau normal wisatawn ya seribu lebih. Tiket kami jual secara online, tiket online dan on the spot warnanya berbeda,” ujar John, Kamis (2/7/2020).

John menyebut, jumlah kunjungan wisata bisa ditambah tergantung situasi pandemi Covid-19. Balai Besar TNBTS juga menyiagakan Polisi dan TNI untuk mengawal protokol kesehatan agar berjalan dengan baik di kawasan Taman Nasional BTS.

“Jika terjadi pelanggaran terhadap pelaksanaan protokol dan panduan kunjungan wisata alam sesuai prosedur pengendalian Covid-19, para pihak bersepakat untuk memberikan sanksi kepada pelanggar,” kata John.

John mengungkapkan, hampir di setiap spot selfie atau tempat favorit wisatawan jumlahnya dibatasi. Seperti di Penanjakan tempat ini merupakan favorit wisatawan untuk melihat matahari terbit. Selanjutnya, wisatawan dilarang naik ke Gunung Bromo karena tangga menuju puncak sedang diperbaiki.

“Meski dibuka, tidak semua akses boleh dikunjungi wisatawan. Naik tangga ke Gunung Bromo tidak boleh karena masih dalam perbaikan. Apabila ada bertambahnya kasus Covid-19, maka kegiatan wisata sewaktu-waktu dapat ditutup kembali,” tandas John. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar