Gaya Hidup

Pengalaman Pertama Naik Sepur Uap Kuno Jaladara di Pusat Kota Solo

Surabaya (beritajatim.com) – Jika berkunjung ke Kota Solo, kita bukan hanya disuguhkan dengan beragam kuliner khas Jawa yang nendang di lidah. Melainkan kita bisa sedikit belajar mengulang sejarah masa lalu di Jawa Tengah.

Bukan hanya belajar sejarah Keraton Surakarta Hadiningrat atau berkunjung ke Laweyan Batik Village saja, satu momen yang tak terlewatkan bagi reporter Beritajatim.com saat ke Solo adalah naik kereta api Klutuh Jaladara. Kereta ini hanya beroprasi ketika ada tamu atau wisatawan yang menyewa dan ingin berkeliling kota Solo.

Kali ini reporter Beritajatim.com berkesempatan untuk berkeliling kota Solo Kota dengan menggunakan kereta uap kuno. Perjalanan dimulai dari Stasiun Kereta Api Purwosari pukul 14.00 WIB, setelah membeli tiket rombongan naik dan saat itu kita memilih gerbong kedua dibelakang lokomotif.

Suara kencang bel kereta api kuno ini membuat kita merasakan perjalanan di zaman Belanda, ditambah dengan suasana kota Solo yang masih menyimpan heritage. Bangunan kuno di sekeliling kota membuat kita dibawa ke zaman 1945-an.

Berjalan sekitar 20 menit menuju kota, kereta api klutuk berhenti di depan rumah Dinas Walikota Loji Gandrung di jalan Slamet Riyadi, Surakarta. Di sini kereta berhenti selama satu jam, memberikan kesempatan para penumpang kereta untuk turun dan mengunjungi rumah dinas Walikota.

Ini menjadi wisata yang cukup unik. Selain bisa berkeliling penumpang juga bisa melihat secara langsung bagaimana kondisi dalam rumah Wali Kota Solo, dimana tempat ini pernah ditinggali Presiden Republik Indonesia, Jokowi.

Biasanya mereka yang ingin menjajal kereta uap ini diharuskan untuk menyewa perjalanan dengan biaya Rp 3,5 juta. Mereka yang ingin merasakan sensasi perjalanan dengan Sepur Kluthuk Jaladara ini hanya tinggal membayar tiket perjalanan sebesar Rp 190.000 (anak usia di atas 3 tahun dikenakan full tarif). Untuk sekali jalan, kapasitas kereta uap ini adalah 60 orang.

Salah satu wisatawan asal Surabaya, Mayang Esa mengatakan jika ini salah satu wisata yang cukup unik dan patut untuk dilestarikan. Hal itu karena tidak semua di wilayah Indonesia ada kereta uap yang masih berfungsi.

“Pertama kali saya ditawari naik ini sangat antusias, karena belum pernah merasakan sensasi naik kereta uap. Duduk di belakang loko menjadi pengalaman menarik karena apa terhempas asap kepulan dari kayu bakar ditambah suara bel kereta yang kencang menarik,” ucap gadis berusia 23 tahun ini.

Tak hanya menjajal sensasi perjalanan dengan kereta uap kuno. Penumpang juga akan mendapat fasilitas berupa samir atau suvenir, pemandu wisata, snack dan minuman tradisional, train steward, sertifikat, dan voucher pembelian suvenir.

Satu hal yang spesial dalam perjalanan Sepur Kluthuk Jaladara adalah rutenya yang berada di tengah-tengah Kota Solo. Kereta ini akan melintasi jalur rel yang berada di samping jalan utama Kota Bengawan, Jalan Slamet Riyadi.

Rute perjalanan kereta uap dimulai dari Stasiun Purwosari, rel bengkong, Loji Gandrung, Sriwedari, Pasar Pon/Pasar Antik Triwindu, Kampung Batik, kemudian kembali lagi ke Stasiun Purwosari.

Open trip Sepur Kluthuk Jaladara ini diadakan oleh Sinergi Event. Tiket perjalanan bisa didapatkan di Dinas Perhubungan Kota Surakarta dan Sinergi Event Solo. Pembayaran maksimal H-3 sebelum keberangkatan trip yang dipilih. [way/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar