Gaya Hidup

Pengalaman Aneh Perajin Wayang Kulit, Mimpi Bertemu Semar

Surabaya (beritajatim.com) – Kecintaannya pada wayang Jawa Timuran membuat banyak pengalaman baru yang didapat. Danar Dwi Putra (30), mengaku baru membuat empat tokoh wayang, dua diantaranya merupakan tokoh yang sangat sakral, yakni Semar dan Bagong. Sementara dua lainnya hanya karakter biasa, karena pesanan dari rekan dalang.

Ia menceritakan saat pertama kali membuat wayang Semar, ada pengalaman menarik yang berbau mistik. Saat mengerjakan pembuatan wayang tersebut awal puasa Ramadan tahun 2019, ia mimpi bertemu sosok wayang yang akan ia buat.

“Itu (Semar) wayang pertama yang saya buat. Saya blat (jiplak) di Malang, dan ceritanya saat itu sangat aneh, saya sempat ditemui wayang Semar dalam mimpi,” cerita Danar, Minggu (12/7/2020).

Setelah mendapatkan mimpi tersebut, Danar langsung menceritakan kepada gurunya di Malang. Saat bercerita, Ia pun lantas ditertawakan, karena sang guru sudah menduga Danar akan mendapatkan hal semacam itu.

Danar kemudian diberi pesan kepada gurunya untuk tidak kaget, sebab akan ada hal-hal yang di luar nalar manusia. Karena akan ada ujian besar di hidupnya sampai wayang Semar itu jadi.

Setelah bercerita kepada gurunya, keesokan harinya Danar mendapatkan momen yang paling ia ingat, yakni laptop untuk menggambar komik itu tiba-tiba tidak bisa menyala alias rusak. Serta kulit yang dipesan untuk membuat wayang Semar tak kunjung datang sampai 3 minggu.

“Saat itu saya merasa frustasi, karena banyak tekanan yang saya rasakan, bertengkar sama orangtua dan tidak ada orderan pekerjaan sama sekali selama tiga minggu,” ujar Danar yang merupakan warga Plampitan Surabaya ini.

Wayang Semar yang dibuat oleh Danar itupun akhirnya dapat diselesaikan dalam waktu satu tahun. Tapi dalam prosesnya menuruy Danar sangat tidak wajar, ia selalu mendapatkan ujian di pekerjaan dan lain sebagainya.

Bahkan setelah laptopnya bisa dinyalakan, orderan gambar yang ia terima pun di luar kemampuannya. Bahkan dalam sehari ia sampai menerima puluhan orderan gambar komik dari kliennya. “Wah ini benar-benar tidak wajar, saya cerita sama guru saya, dia hanya bilang, kan pasti ada saja. Jadi tidak perlu tirakat. Kalau tirakat malah kata guru, saya tidak akan berhasil,” kenang dia.

Setelah beberapa kejadian, dan pas setahun proses pembuatan wayang tersebut, Danar pun akhirnya bisa melewati dan menyelesaikan membuat wayang Semar. Dari situ, gurunya pun bilang bahwa kini ia sudah layak dan sudah mendapatkan julukan Empu.

“Akhirnya bisa melalui, meski lama satu tahun. Lalu saya bertemu guru saya dan beliau bilang saya sudah layak membuat wayang dan sudah mendapat gelar Empu,” tambah dia. [way/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar