Gaya Hidup

Penerapan PeduliLindungi di Supermarket Surabaya Belum Maksimal

Surabaya (beritajatim.com)  – PeduliLindungi menjadi salah satu syarat khusus untuk masuk ke supermarket setelah pusat perbelanjaan atau mall. Namun di kota Surabaya tidak semua yang sudah menggunakan aplikasi ini sebagai syarat masuk.

Dari beberapa supermarket besar di kota Surabaya, hanya beberapa swalayan yang menerapkan scan barecode seperti di SuperIndo. Bahkan di supermarket lumayan besar seperti Bilka, Remaja, Indo Grosir, Palapa, Indomart hingga Alfamart belum menerapkannya.

Store Leader SuperIndo Dharma Husada, Qisthi A mengatakan, jika pihaknya memaklumi jika masih ada pelanggan yang bingung. Sebab, baru hari pertama diterapkan.

“Kalau kami yakin setiap perubahan butuh proses adaptasi kalau hari pertama hingung, belum siap saya rasa wajar. Berjalannya waktu akan terbiasa dan akan terimplementasi di seluruh pelayanan publik. Kalau dari prokes awal kami sudah siap, PeduliLindungi kita juga siap karena  pusat juga support,” kata Qisthi, rabu (15/9/2021).

Jika terdapat kendala saat tidak bisa scan QR, akan ada petugas security yang akan membantu. Jika memang sudah tidak memenuhi syarat, maka tidak diperkenankan mashk supermarket.

“Kalau terkendala pasti ada, tapi bisa dibantu. Kami ada security untuk membantu supaya bisa masuk. Karena ini kebutuhan rumah bukan mal. Klau anak-anak terkendala ini hari pertama, tadi dari tim sudah mengimbau. Ini hari pertama, pasti ada adaptasi,” jelasnya.

“Tadi saya imbau ke security untuk memberi imbauan. Respon dari customer, kesulitannya ini tempat bahan pokok, tempat belanja, mereka berkendara roda 2,” tambahnya.

Sebelumnya, supermarket di Jatim dan termasuk anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jatim yang telah mendaftar sekitar 100. Namun data tersebut masih terus berjalan, sebab masih banyak yang baru mendaftar.[way/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar