Gaya Hidup

Pemkab Magetan Fokus Pengenalan Budidaya Tanaman Kopi

Petani Kopi di Alastuwo Poncol saat memanen kopi Minggu (18/7/2021)

Magetan (beritajatim.com) – Bukan cuma di Gunung Tambal, Desa Alastuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan,  kopi Magetan tersebar di beberapa kawasan. Mayoritas di kawasan Poncol, Panekan, dan Plaosan.

Daerah pegunungan cukup bagus jika ditanami kopi. Pun, dari ketiga kawasan itu tersimpan potensi kopi yang lebih dari sekadar cita rasa.

‘’Kami sudah banyak kenalkan produk kopi Magtean dari beberapa tahun lalu, ‘’ ungkap Agustin Nurul, Kabid Hortikultura dan Perkebunan, DTPHPKP Magetan, Minggu (18/7/2021).

Nurul menyebt kalau ada dua jenis kopi yang cukup banyak di Magetan. Yakni jenis robusta dan arabica. Sebaranyya yakni di kecamatan Parang, Poncol, Plaosan, Magetan, Sidorejo, Panekan. Dengan total untuk jenis robusta yakni 371 hektar lahan tanaman, 221 hektar lahan yang menghasilkan. Produktivitasnya yakni 7,56 ton per hektar.

‘’Dengan jumlah total produksi 172 ton di tahun 2020,’’ katanya.

Sementara untuk kopi arabica yakni ada total 178 hektar lahan. Dengan 121 lahan yang menghasilkan. Produktivitasnya yakni 4,53 ton per hektar. Total produksi di tahun 2020 yakni 55 ton. Kopi arabica lebih sedikit ketimbang robusta karena selain agak sulit perawatnnya, perlu ketinggian yang cukup. Sementara, petani di Magetan dengan wilayah dengan ketinggian yang lebih dari 800 meter memilih bertanam sayur.

‘’Bahkan untuk jenis excelsa juga masih sangat minim,’’ katanya.

Dia menyebutkan untuk sebaran kopi robusta paling banyak berada di wilayah Panekan yakni 96 hektar lahan yang menghasilkan.  Selain petani yang sudah maju, banyak pula yang melakukan pengolahan pasca panen. Yakni, ada dua perusahaan yang siap menampung hasil panen petani.

‘’Dan melakukan produksi coffee bean, atau coffee ground.  dengan poncol yakni ada 57 hektar lahan panen,’’ katanya.

Untuk arabica paling banyak ada di kecamatan Poncol yakni ada 54 hektar lahan menghasilakn . Sudah banyak petani yang melakukan pengembangan kopi arabica. Utamanya di daerah Genilangit dan Gonggang. Sekaligus, pengolahan pasca panen.

‘’Baik bekerja sama dengan komunitas kopi di Magetan, ataupun dengan produsen lokal. dengan Panekan dengan 41 hektar lahan yang menghasilkan,’’ katanya. (asg/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar