Gaya Hidup

Pemkab Kediri dan KBC Gelar Kontes Ikan Cupang di Tengah Pandemi

Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Kediri dengan Kediri Betta Club (KBC) menggelar 7th Kediri Betta Contest-Bettamorphosis tahun 2020. Acara tersebut dilaksanakan di Conventional Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri.

Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat, acara tersebut berlangsung hari Sabtu- Minggu, 26-27 September 2020.

Ditemui di sela contest, Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kediri Nur Hafid mengatakan kegiatan ini digelar untuk mengangkat ikan betta atau cupang agar meningkat nilai ekonomisnya.

“Karena cupang merupakan ikan hias maka pembudidaya harus tahu keinginan pembeli. Jadi kali ini kita menggelar contest dan seminar, bagaimana memelihara ikan betta yang baik sesuai standart contest,” jelasnya.

Nur Hafid menambahkan, Kab. Kediri merupakan sentra budidaya ikan cupang yang tersebar di sejumlah wilayah yaitu di Kecamatan Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, Kecamatan Gurah dan Kecamatan Kandat. Total produksi cupang di Kab. Kediri sangat besar, mencapai sekitar 102 juta ekor per tahun.

“Dengan produksi yang melimpah dan event contest seperti ini bisa meningkatkan dan mengembangkan harga jual serta pemasaran ikan cupang Kabupaten Kediri,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Panitia Betta Contest sekaligus Ketua KBC, Yusuf Saputro menjelaskan, ini merupakan event tahunan yang dilaksanakan ketujuh kalinya.

“Event ini kita upayakan terus digelar karena event contest seperti ini merupakan puncak dari pembudidaya dan penghobi untuk menunjukkan eksistensi dan mengembangkan ikan cupang di Kabupaten Kediri,” jelasnya.

“Untuk penjurian kita menggunakan acuan IBC (International Betta Congress), karena dalam metode ini ikan dinilai karena keaslian genetiknya, apakah ada rekayasa warna atau campur tangan manusia, dalam IBC itu semua dilarang,” tambahnya.

Terdapat 38 kategori kelas reguler dan 20 kelas opsional, jadi total ada 58 kelas kategori yang diperlombakan. Menurutnya ini merupakan jumlah minimal kelas kategori yang diperlombakan sesuai standart internasional.

Berbeda dengan penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, betta contest kali ini dilaksanakan dengan sistem handling, yaitu melalui perwakilan dari masing-masing kota. Tercatat 1288 ikan mengikuti kontes tahunan ini, dari berbagai daerah di Indonesia, yaitu seluruh wilayah di Jawa Timur, Jakarta, Tangerang, Bogor, hingga Kalimantan.

Yusuf menambahkan, untuk hadiah memang tidak besar, namun bagi penghobi ketika menang kontes apalagi tingkat internasional, merupakan kebanggaan tersendiri.

“Hadiahnya tidak terlalu diburu. Per kelas kategori ada sendiri hadiahnya, namun di event ini yang diburu adalah gengsi. Bagi penghobi ketika bisa juara kontes, ada prestise,” ujarnya. [adv kominfo/nm].





Apa Reaksi Anda?

Komentar