Gaya Hidup

Pelindo 3 Bantu Normalisasi Alur Khusus Nelayan & Dukung Pengembangan Wisata Pantai Utara Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Pelindo 3 Grup terus berkomitmen untuk membantu pemerintah meningkatkan
kesejahterahan masyarakat umum khususnya kebutuhan masyarakat nelayan di sekitar wilayah
kerjanya, hal tersebut diwujudkan dengan berkolaborasi bersama warga sekitar melalui bantuan Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan atau PKBL milik Pelindo 3.

Salah satu bentuk kolaborasi antara Pelindo 3 dengan masyarakat nelayan sekitar wilayah kerjanya ialah
normalisasi alur khusus nelayan dan juga revitaliasai kampung wisata sotoh laut surabaya di wilayah ring
1 PT Terminal Teluk Lamong (TTL) anak perusahaan dari Pelindo 3 guna mendukung program peningkatan pendapatan masyarakat nelayan di lingkungan tersebut.

Edi Priyanto, Direktur SDM Pelindo 3 saat kegiatan simbolis penyerahan bantuan Normalisasi alur
khusus nelayan dan revitalisasi atau pengembangan Kampung Sotoh Laut Surabaya di Terminal Teluk
Lamong, Jumat (15/10/2020) mengatakan bahwa Pelindo 3 hadir ditengah masyarakat dengan komitmen
penuh untuk memberikan dampak pada negara dan masyarakat dengan mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kami sebagai salah satu BUMN di bidang jasa operator pelabuhan tentunya memiliki kepedulian dalam
hal upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat maritim terutama di lingkungan wilayah kerja kami, hal
tersebut kami wujudkan melalui 2 program bantuan CSR kami yaitu normalisasi alur khusus nelayan dan
juga pengembangan kawasan wisata Sotoh Laut. Semoga program tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” uap Direktur SDM Pelindo 3, Edi Priyanto.

Senada dengan pernyataan Pelindo 3, Kepala Seksi Penanganan Pengaduan dan Penataan Hukum Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jatim, Ainul Huri, yang juga hadir langsung dalam acara penyerahan bantuan simbolis kepada masyarakat menyatakan bahwa Pelindo 3 telah memenuhi tanggung jawab
sesuai dengan dokumen AMDAL.

“Pelindo 3 telah memenuhi komitmennya kepada masyarakat, khususnya nelayan, untuk melalukan
normalisasi alur pelayaran tradisional sehingga berdampak pada kenyamanan arus perahu nelayan dan peningkatan pendapatan hasil laut”, ujarnya

Sementara itu, Nur Kholik, Ketua LPMK Kelurahan Romokalisari sekaligus Sekretaris Forum Komunikasi
(FORKOM) Masyarakat Sekitar Teluk Lamong, menjelaskan bahwa seluruh kelompok nelayan mendukung pelaksanaan program PKBL Pelindo 3 ini dengan harapan alur nelayan dapat berjalan lebih maksimal dan pendapatan hasil laut meningkat. Perbaikan alur khusus nelayan ini juga seiring dengan
peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui hasil tangkapan.

“Kami sebagian besar merupakan warga kampung pesisir dengan mata pencaharian sebagai nelayan,
tentunya melalui bantuan normalisasi alur khusus nelayan akan memudahkan kami para nelayan untuk
bekerja dan meningkatkan hasil tangkapan, tak hanya itu dukungan pengembangan kawasan wisata
sotoh laut juga akan menjadi salah satu sumber pendapatan kami dari sisi pariwisata. Tentunya dengan
dukungan penuh yang diberikan oleh Pelindo 3 ini,” ujar Nur Kholik.

Program CSR atau PKBL Normalisasi Alur Khusus Nelayan ditujukan untuk nelayan di wilayah Ring 1
Terminal Teluk Lamong dengan biaya bantuan senilai 1,7 Milyar. Masyarakat nelayan bekerjasama dengan perusahaan untuk melakukan normalisasi alur tradisional sehingga kedalaman dan hasil tangkapan lebih maksimal.

Setidaknya terdapat 8 titik lokasi muara sungai yang akan dilakukan revitalisasi, yaitu muara sungai kali al-Fatich Kelurahan Tambak Osowilangun, muara kali lamong Kelurahan Romokalisari, muara kali Desa Karang Kiring dengan lebar alur 5,5 – 6 meter dan kedalaman 3 meter. Muara sungai Kali Branjangan,
muara Kali Manukan, muara Kali Greges Timur, muara Kali Kalianak, muara kali lepas Morokrembangan memiliki ukuran lebar alur 8 – 10 meter dengan kedalaman 1 – 1,5 meter.

Sementara itu, program bina lingkungan senilai lebih dari 240 juta rupiah dikucurkan oleh Pelindo 3 untuk
menyokong keberlangsungan Kampung Wisata Sontoh Laut Kelurahan Tambak Sarioso Surabaya.

Kampung Wisata Sontoh Laut berada di tengah hutan mangrove sepanjang pinggir pantai utara Surabaya. Lokasi ini didirikan secara swadaya oleh masyarakat dengan sejak tahun 2019 dan didukung oleh Kelompok Sadar Wisata Sontoh Laut Kelurahan Tambak Sarioso Nantinya para pengunjung yang datang berkunjung ke Kampung Wisata Sontoh Laut akan disuguhi dengan pemandangan suasana mangrove yang bersanding dengan Terminal Teluk Lamong.

Keindahan alam diimbuhi dengan kicauan burung yang masih betah singgah karena kawasan tersebut tidak tercemar oleh asap kendaraan maupun industri. Pengunjung dapat mengitari Kampung Wisata menggunakan
perahu yang disediakan oleh nelayan sehingga menjadi pengalaman perjalanan tak terlupakan di
Surabaya.

Program pemberdayaan lingkungan dan masyarakat oleh Pelindo 3 di kawasan ring 1 Terminal Teluk Lamong akan dilakukan secara berkelanjutan seiring dengan pembangunan dan pengembangan pelabuhan yang terus berlanjut hingga tahun 2030. [rea]





Apa Reaksi Anda?

Komentar