Gaya Hidup

Pelajar Mojokerto Bikin Novel Bergenre Horor

Mojokerto (beritajatim.com) – Pelajar kelas IX SMPN 1 Mojosari tak berhenti berkarya meski harus belajar di rumah.  Selama belajar di rumah, justru membuat Keisha Arlana Maydisha mengasah kemampuannya membuat novel.

Putri pertama dari dua bersaudara pasangan suami istri (pasutri) Wahyudi dan Novi Shanty ini berhasil membuat karya novel hingga membuat ilustrasi tokoh-tokoh karakter dalam novelnya yang berjudul Midnight Train.

Novel pertamanya bergenre horror tersebut diselesaikan hanya dalam waktu satu minggu. Yakni mulai tanggal 20 sampai 27 Maret 2020.

Layanan situs web dan aplikasi Wattpad dipilihnya untuk menguploud karyanya tersebut. Wattpad adalah layanan situs web dan aplikasi telepon pintar asal Toronto, Kanada, yang memungkinkan penggunanya untuk membaca ataupun mengirimkan karya, baik dalam bentuk artikel, cerita pendek, novel, puisi, atau sejenisnya.

Aplikasi inilah yang dimanfaatkan Arla (panggilan akrab, red) menjadi wadah mengunggah hasil karyanya. Dalam waktu satu bulan, novel hasil karyanya sudah ada 1.000 lebih pembaca. Ia menilai, respon positif bagi pembaca ini sudah terlihat sejak novel yang menjadi karya perdananya ini diunggah di aplikasi Wattpad pada Jumat (27/3/2020) lalu.

“Sampai saat ini sudah 1.060-an yang lihat. Belum genap dua hari saya posting di Wattpad sudah ada 350 pembaca. Novel ini bercerita tentang petualangan empat bersaudara yang pergi ke Kota Bandung untuk berlibur,” ungkap pelajar asal Wisma Pungging Permai, Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto ini.

Yakni, Arlenee, Vertha, Axe, Sheryl. Selesai berlibur ke kota kembang Bandung, ketika hendak pulang ke Surabaya mereka ketinggalan kereta. Karena sudah waktunya pulang, mereka menunggu di stasiun untuk kereta selanjutnya. Awalnya perjalanan terasa baik-baik saja. Ketika mereka akan pulang mereka tak sengaja malah naik kereta hantu.

“Namin dalam perjalanannya mereka diajak kembali ke masa lampau, saat kereta api itu pertama kali diluncurkan. Dalam ceritanya, mereka berempat diberi sensasi naik kereta di masa lampau. Mulai dari pengamen masuk ke dalam kereta dan lain-lain. Namun ternyata pada malam harinya kereta itu akan mengalami kecelakaan,” katanya, Sabtu (2/5/2020).

Kondisi itu akhirnya membuat keempatnya sadar, mereka berfikir bagaimana cara untuk kembali pulang ke jamannya. Dibantu Joxiane, seorang pria yang pertama kali ditemui di kereta kembali ke masa sekarang. Dalam cerita novel tersebut dijelaskan, keganjilan yang mereka rasakan saat naik kereta api. Mulai dari kereta bergerak sendiri tanpa masinis.

Penumpang yang berwajah pucat. Gerbong kereta yang tua dengan lampu redup hingga kondektur dan polsuska tanpa kepala. Arla mengaku, ide muncul satu hari sebelum pembuatan hingga akhirnya direalisasikan keesokan harinya. Karena masih perdana, tentu tak mudah untuk menyelesaikannya.

“Di novel ini saya juga menyelipkan dua bahasa daerah. Yaitu bahasa Jawa dan Sunda. Kebetulan saya memang suka baca novel dan hanya belajar di rumah saja sehingga saat manfaatkan waktu untuk membuat novel. Saya punya ide dan khayalan yang saya susun menjadi novel berjudul Midnight Train ini. Next mungkin saya akan buat cerita keempat bersaudara ini liburan ke tempat lain,” jelasnya.

Yakni ke Swedia. Untuk mewujudkan novel yang lebih kreatif dan berisi, iapun mengaku masih belajar urban legend di Swedia. Gadis kelahiran 17 Mei 2005 ini mempunyai prinsip, jika ia harus terus berkarya karena mempunyai banyak waktu luang di tengah pemerintah membuat kebijakan belajar di rumah untuk percepatan penanganan persebaran Covid-19.

“Selain novel, saya juga buat tokoh karakter dalam novel saya itu. Jadi cukup disayangkan kalau waktu yang banyak ini kita sia-siakan. Belajar di rumah lebih santai, tak kalah dengan di sekolah. Jadi harus produktif,” pesannya di Hari Pendidikan Nasional ini.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar