Gaya Hidup

Pegiat Medsos di Sidoarjo Ngopi Bareng dengan Ketua Dewan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Pegiat media sosial (medsos) di Sidoarjo ngopi bareng Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo H. Sullamul Hadi Nurmawan, di gedung DPRD setempat, Selasa (5/3/2019). Acara kumpul-kumpul sengaja digelar karena para netizen itu ingin menyampaikan unek-unek dan aspirasi secara lansung kepada ketua dewan atas berbagai hal.

“Kami ingin berbuat. Kami ingin melakukan sesuatu untuk Sidoarjo. Untuk kota tempat tinggal kami agar lebih baik lagi,” kata Leo, admin akun @exploresidoarjo di sela acara.

Demikian halnya disampaikan Shella, admin @banggasidoarjo yang mengaku tergerak untuk melakukan sesuatu bersama rekan-rekannya sesama admin sosmed. “Sebelumnya kami hanya ngumpul-ngumpul sendiri, rasan-rasan atau sambatan sendiri. Nah, sekarang mumpung ada Ketua DPRD Sidoarjo yang bersedia bertemu dengan kami, maka harus kami manfaatkan moment ini,” ujar Shella.

Para pemuda itu terlihat sangat antusias saat dibuka acara diskusi. Satu persatu dari mereka meluapkan aspirasinya di hadapan H. Sullamul Hadi Nurmawan. Acara ngopi bareng yang kemasannya santai dengan iringan musik akustik pun berasa berat materi perbincangannya. Para pemuda itu membincang tentang dunia digital, medsos, taman, jalan, peluang bisnis, bahkan tentang anak jalanan dan berbagai problem kota lain.

Ketua DPRD Sidoarjo mendengar dan menjawab aspirasi yang disampaikan pegiat media sosial

“Dibanding beberapa kota lain, Sidoarjo ini RTH (ruang terbuka hijau)-nya masih kurang. Khususnya fasilitas untuk edukasi, bermain, dan sebagainya,” keluh Alex, perwakilan dari Forum Indonesia Muda.

Sementara Amelia, dari ILS (Info Lantas Sidoarjo) lebih banyak menyoroti kondisi jalan rusak, penerangan jalan yang kurang, dan sebagainya, sesuai dengan fokus akun Facebook yang mereka kelola.

“Di Balongbendo itu salah satu contohnya. Karena jalan rusak, dalam sehari sampai ada lima kali kecelakaan. Demikian di Wonoayu dan beberapa wilayah lain, banyak sekali jalan rusak. Masak ya dibiarkan saja,” tukasnya.

Obrolan terus berlanjut sampai tengah malam hingga dini hari. Materinya pun beragam, termasuk tentang kebutuhan para generasi millenial dalam beraktivitas. Mereka berharap, pemerintah melakukan hal-hal serius dan konkrit untuk para millenials. “Coworking space sepertinya sangat dibutuhkan untuk menampung Millenial Sidoarjo. Semoga pemerintah bisa mewujudkannya,” harap Ifan dari @infodarjo.

Menanggapi berbagai kritikan dan masukan dari para pemuda itu, H. Sullamul Hadi Nurmawan mengaku kaget. Dirinya tak menyangka materi yang disampaikan para pegiat sosmed dan berbagai komunitas tersebut akan sedalam itu. “Benar-benar luar biasa. Acaranya ngopi bareng tapi materinya berat-berat. Dari sini bisa dapat banyak sekali masukan dan kritikan,” terangnya.

Dia mengaku telah mencatat semua yang disampaikan dalam diskusi ini. Dan dalam Musrenbang Kabupaten, berbagai hal itu akan dimasukkan dalam materi pandangan umum DPRD Sidoarjo.

Contohnya tentang coworking space, diakuinya Sidoarjo memang butuh. Sebagai wadah dan sarana untuk para startup, pegiat medsos, dan berbagai profesi para millenials lainnya. Pihaknya pun bakal berupaya untuk mewujudkan itu.

Demikian halnya tentang RTH yang modern, penanganan jalan, fasilitas publik, dan sebagainya. “Tentu kami tidak bisa sendirian. Kami akan mengajak eksekutif untuk mewujudkannya. Demi kemajuan Sidoarjo,” pungkasnya. [isa/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar