Gaya Hidup

Peace & Love Berbagi Dengan Seniman Dan Tukang Becak

Surabaya (beritajatim.com) – Jika sebagian besar komunitas lebih banyak memberikan bantuan untuk para anak yatim dan kaum dhuafa yang lansia untuk mendapatkan sumbangan dan bantuan. Maka komunitas Peace & Love Jawa Timur bersama para pengurusnya yang sebagian besar ibu-ibu cantik ini justru memilih “Nanggap” ludruk sambil menunggu buka puasa.

Namun aksi nonton ludruk ini, bukanlah sekadar nonton saja melainkan juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Jatim, Sukesi, 200 tukang becak serta 75 keluarga seniman serta para anggota Peace & Love Jatim tentunya.

“Kami sengaja menghadirkan ludruk saat buka puasa bersama ini, agar seniman ludruk ini bisa tampil. Karena tempat mereka di Pringgodani, Taman Hiburan Remaja (THR) sudah digusur tak bisa pentas lagi, padahal mereka mengandalkan pertunjukan ludruk untuk menghidupi keluarga mereka,” jelas Asrilia Kurniati,┬áKetua umum Peace & Love Jawa Timur, saat ditemui di sela acara Peduli Seniman Surabaya dan 200 Tukang Becak yang digelar di halaman D’Kantin Merr Surabaya, Minggu (26/5/2019).

Menurut Asrilia, yang akrab dipanggil Lia itu, kejadian yang menimpa para seniman ini membuat miris, apalagi mendekati lebaran mereka tidak punya tempat untuk berteduh dan berkarya. Hal ini pula yang membuat komunitas Peace & Love Jatim memberikan bantuan berupa uang tunai, paket sembako serta beasiswa untuk para anak-anak seniman yang masih duduk di bangku SD, SMP dan SMA.

“Dengan begitu tak hanya sekadar bantuan sesaat ini saja, tetapi kami juga memastikan anak-anak seniman bisa bersekolah dengan baik,” jelas Lia.

Dalam acara yang dikemas santai dan akrab ini tak hanya seniman ludruk saja yang senang, tetapi para tukang becak kayuh dan becak motor pun ikut senang. Sebab mereka bisa menonton ludruk langsung dari dekat.

“Ini juga untuk menghibur para tukang becak yang sudah berpeluh keringat setiap harinya. Saatnya memberikan hiburan yang benar-benar khusus untuk mereka,” tandasnya.[rea]

 

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar