Gaya Hidup

Pasar Ramadan ‘Kampoeng Kwaron’ Jombang Berada di Sekitar Wisata Makam Gus Dur

Pasar Minggu pagi di Desa Kwaron, Kecamatan Diwek diubah menjadi 'Pasar Ramadan Kampoeng Kwaron' selama bulan puasa 1442 H. [Foto/dok kampoeng kwaron]

Jombang (beritajatim.com) – Bagi yang ingin berbelanja kebutuhan puasa Ramadan, warga Jombang semakin mudah. Pasalnya, mulai Ramadan 1442 H ini ada ‘Pasar Ramadan Kampoeng Kwaron’. Tentu saja, segala keperluan berbuka dan kebutuhan sehari-hari lainnya tersedia di pasar tersebut.

Pendirian Pasar Ramadan dilakukan oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Kampoeng Kwaron bekerjama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang dan Asosiasi Pengusaha Kreatif Mandiri.

Event perdana yang dilakukan di desa yang ada di Kawasan Wisata Makam Gus Dur ini dilakukan di sepanjang Jalan Gerilya, jalan poros kabupaten yang menghubungkan Desa Kwaron menuju Desa Keras hingga arah kecamatan Gudo. “Para pedagangan di pasar Ramadan ini merupakan warga asli Kwaron. Karena kita ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kepala Desa Kwaron Wiji Santoso, Minggu (11/4/2021).

Kapan pasar Ramadan Kampoeng Kwaron dibuka? Kades menjelaskan, pasar Ramadan 2021 ini digelar di hari pertama bulan Ramadan tepatnya 13 April 2021. Sebanyak 10 tenda berukuran 6 x 3 akan disiapkan panitia untuk menampung para pelaku usaha Kwaron.

Dari 10 tenda ini ditempati masing-masing perwakilan dusun, yakni mulai Dusun Kwaron, Dusun Sukopuro, Dusun Nglerep, Dusun Blimbing dan Dusun Blimbing. Kemudian sisanya akan ditempati pelaku usaha yang berada di bawah naungan KIM Kampoeng Kwaron, Kemudian PKK Desa Kwaron, Karangtaruna Tunas Muda dan BPD.

“Bagi yang ingin berpartisipasi bisa menghubungi masing-masing kepala dusun. Mereka yang akan menentukan perwakilan produk yang mengisi di pasar Ramadan,” jelasnya.

Ketua Panitia Pelaksana Pasar Ramadan Kampoeng Kwaron 2021 Adi Subiantoro menambahkan, seluruh tenda disiapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jombang. Termasuk kebutuhan protokol kesehatan mulai tempat cuci tangan, handsanitiser hingga masker.

Sedang panitia menyiapkan hal teknis pelaksanaan event tersebut. “Pasar Ramadhan ini buka mulai pukul 15.00 sampai 18.00 atau waktu buka puasa,” kata Ateng, panggilan akrabnya.

Terapkan Protokol Kesehatan

Karena saat pelaksanaan Pasar Ramadan ini masih dalam kondisi pandemi, maka protokol kesehatan diterapkan secara ketat bagi pedagang dan pembeli. Tempat air untuk kebutuhan cuci tangan akan diletakan dipintu gapura masuk dan sejumlah titik lokasi. Seluruh penjaga stand dan pembeli wajib memakai masker dan menghindari berkerumun.

Ketua KIM Saiful M berharap kegiatan ini bisa menjadi moment tahunan untuk meningkatkan gairah pelaku usaha di desa pasca pandemi covid. Sekaligus bisa menjadi agenda rutin di bulan suci Ramadan selanjutnya.

Selama pandemi, lokasi pasar Ramadan ini juga digunakan sebagai pasar mandiri oleh warga Kwaron. Setiap Minggu pagi, mereka menggelar tenda untuk lapak dagangan. Walhasil, perekonimian warga tetap menggeliat di tengah pandemi. Nah, untuk bulan puasa ini, diganti dengan Pasar Ramadan yang buka setiap sore.

“Kami sampaikan terima kasih pada Disperindag yang sudah memfasilitas kegiatan pelaku usaha di Desa Kwaron, semoga ini bisa menjadi agenda rutin saat bulan suci Ramadan. Kedepannya, acara ini terus kita kembangkan,” pungkasnya. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar