Gaya Hidup

Pantai Cemara Banyuwangi Kian Terkikis Habis

Banyuwangi (beritajatim.com) – Wisata Pantai Rejo atau terkenal dengan sebutan Pantai Cemara, terletak di Kelurahan Pakis, Banyuwangi. Letaknya dekat dengan Kota Banyuwangi, hanya sekitar 10 menit dari pusat kota.

Tempat ini menyuguhkan pemandangan yang asri dengan rerimbunan pohon cemaranya. Terdapat pula penangkaran telur penyu.

Tempat penetasan telur penyu di Pantai Cemara yang ikut terdampak abrasi air laut. (rindi)

Tapi, kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Luasan pantai semakin menyempit akibat tergerus air laut.

Ribuan pohon cemara yang hijau dan tinggi menjulang pun raib terbawa gelombang. Kini hanya menyisakan beberapa yang juga masuk kategori terancam abrasi.

Begitu dengan ribuan telur penyu yang sempat ditangkarkan turut hilang. Bangunan tempat penangkaran hancur. Kini hanya menyisakan satu petak ukuran 2×4 meter saja.

Papan nama Pantai Cemara ini tinggal berjarak 10 meter dari bibir pantai. (rindi)

“Sejak Mei 2020, gelombang menghantam pantai kami. Ada lebih 2000 pohon cemara hilang,” kata Ketua Pokmaswas Pantai Rejo, Moh. Muhyi, Selasa (9/3/2021).

Lebar pantai juga ikut tergerus. Lebih dari 70 meter pasir pantai lenyap.

“Luasnya sekitar 8 hektar, kalau dihitung lebarnya yang kena abrasi ini 70 meter memanjang sekitar 1 KM,” ucap Humas Pokmaswas Pantai Rejo, Mislan.

Sejumlah upaya mulai dilakukan, seperti penanam kembali pohon cemara maupun pemasangan geronjong atau tanggul penghalau ombak. Tapi hasilnya belum maksimal.

“Itu sebabnya dari muara di selatan itu. Muaranya berbelok ke utara, karena terhalang tumpukan pasir laut sehingga arusnya menghantam ke sini. Tapi di tengah itu udah ada pasirnya lagi, semoga cuacanya membaik,” katanya.

Kondisi ini sangat disayangkan bagi sejumlah pengurus Pokmaswas ini. Tuah kerja keras selama 10 tahun lenyap begitu saja.

Pengurus Kelompok Masyarakat Pengawas Pantai Rejo menunjukkan plakat nominasi penghargaan kalpataru.

“Kita akan bangun mulai dari awal lagi, meskipun agak sulit,” terangnya.

Dirinya bersyukur karena sebenarnya, seluruh pengurus patut berbangga. Selama 10 tahun berjuang mulai membuahkan hasil. Pantai Rejo yang dulunya hanya sebagai tempat parkir perahu itu masuk nominasi penghargaan Kalpataru.

“Ini yang menjadi penyemangat kita dalam bekerja. Kita akan berusaha untuk meraihnya,” pungkas Muhyi. [rin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar