Gaya Hidup

Pandemi, Sekolah Pramugari di Bojonegoro Tetap Buka

Salah satu angel di pendidikan pramugari Bojonegoro.

Bojonegoro (beritajatim.com) – Ada yang sedang berdandan di belakang panggung, ada juga yang sedang berjalan lenggak-lenggok di antara bangku pengungjung layaknya catwalk, juga menari tarian tradisional secara bergantian.

Mereka adalah red angel yang sedang mengampu pendidikan pramugari di Kampung Tumo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro. Sekolah pramugari di Kampung Tumo ini dikonsep sebagai tempat wisata, sehingga bebas pengunjung.

Letaknya jauh dari hiruk pikuk kota. Dari jalan desa pun masih masuk melalui jalan gang tengah sawah. Sehingga dari jalan raya tidak terlihat adanya aktifitas sekolah pramugari. Komplek sekolah itu memang berada di tengah hutan jati dan diantara persawahan. Meski demikian, suasana yang ditawarkan saat masuk begitu mempesona.

Ada kolam renang, cafetaria, dan villa mediterania dari bambu. Bangunan rumah-rumah itu lah yang digunakan kamar oleh red angel (sebutan bagi peserta didik di sekolah pramugari Kampung Tumo). Karena konsep yang diberlakukan dengan cara karantina selama empat sampai enam bulan.

“Apalagi selama Pandemi Covid-19 ini, semua angel menjalani karantina penuh, dan penambahan alat-alat penunjang 3M (tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan thermogan),” ujar Owner yang juga Coach Sekolah Pramugari Kampung Tumo, Priyo Lelaki, Senin (1/2/2021).

Salah seorang angel, Widya, asal Kabupaten Jember (19) mengaku selama empat bulan karantina untuk mengampu pendidikan pramugari. Tentu banyak hal yang didapatkan. Termasuk yang paling dirasakan adalah ilmu personaliti yang berdampak dengan pengelolaan emosialnya sendiri.

“Tidak pernah membayangkan dari segi lingkungan, maupun manajemen ternyata beda dengan sekolah-sekolah yang lain. Paling saya rasakan soal ilmu personaliti, yang akhirnya saya bisa mengelola emosional,” ugkapnya.

Kini, dia dan salah satu temannya, Sarah sudah lulus. Namun, dari apa yang dipelajari selama empat bulan itu para angel dilatih secara mental untuk survive dalam kondisi apapun.

“Seperti misalnya kamar mandi kan jauh dari kamar, katika malam tiba-tiba ingin ke kamar mandi memang dilatih untuk survive harus berani,” tambah Sarah, salah seorang angel dari Kabupaten Mojokerto. [lus/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar