Gaya Hidup

Pandemi Covid, Pondok di Magetan Ini Hasilkan Karya Batik Kepo

Proses pembuat batik kepo di di Pondok Pesantren (ponpes) Subulus Safi'in yang berada di desa Pojok, Kecamatan Kawedanan, Magetan, Rabu (21/4/2021).(Foto/Ade Mas Satrio).

Magetan (beritajatim.com) – Dimasa pandemi ini tidak menghalangi kreativitas warga untuk tetap berkarya. Seperti di Pondok Pesantren (ponpes) Subulus Safi’in yang berada di desa Pojok, Kecamatan Kawedanan, Magetan yang mampu melahirkan karya seni luar biasa, yaitu batik kepo.

“Batik kepo ini tercipta di tengah kejenuhan masa pandemi, akibat kegiatan pondok dibatasi serta kegiatan santri juga vakum, almarhum abah kemudian menggagas dan menciptakan batik gabungan berbagai jenis, teknik tulis ciprat dan cap,” kata Azzahra Hafizhahtul Azizah, putri pengagas dan pencipta batik kepo sekaligus pendiri Ponpes Subulus Safi’in desa, almarhum KH. Supriyanto Ubaidillah, Rabu (21/4/2021).

Proses pembuat batik kepo di di Pondok Pesantren (ponpes) Subulus Safi’in yang berada di desa Pojok, Kecamatan Kawedanan, Magetan, Rabu (21/4/2021).(Foto/Ade Mas Satrio).

Kemudian batik ini diberi nama batik kepo. Karena kepo berarti kreasi pondok pesantren. Lebih tepatnya kepo millenial sebab memiliki corak dan warnanya kekinian. “Kenapa millenial, karena kita mengikuti trend dan pasar,” papar Azzahra.

Ia menambahkan, meski belum berusia satu tahun, kain batik bercorak perpaduan ciprat tulis dan cap ini langsung bisa memikat pecinta batik di tanah air dengan nuansa dan coraknya yang kekinian ditonjolkannya. Seperti empat warna pada genre ala Bob Marley.

“Buktinya jelang lebaran ustad dan para santri di ponpes, sibuk menyiapkan ratusan pesanan dari berbagai daerah di Jatim. Bahkan pesanan juga datang dari luar pulau, dari Sumatra hingga Kalimantan,” ceritanya.

Harga batik inipun bermacam-macam tergantung bahan kain dan tingkat kesulitan coraknya. Harga termurah dari 200rb hingga 2 jutaan. Lanjutnya, untuk pemasaran batik kepo ini melalui online atau bisa langsung melihat-lihat di galeri batik yang berada di ponpes.

“Pemasaran saat ini dengan sistim online, atau langsung datang ke ponpes. Lengkap ada galeri, jika ingin melihat proses pembuatan batik kepo oleh ustadz dan para santri silahkan,” tandasnya.

Pihak pondok pesantren Subulus Safi’in Magetan bertekad untuk terus mempromosikan batik kepo kreasi ustadz dan para santrinya, agar dapar dikenal masyarakat luas.(asg/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar