Gaya Hidup

Pandemi Covid-19, Okupansi Hotel di Sumenep Tinggal 10 Persen

Sumenep (beritajatim.com) – Tingkat hunian (okupansi) hotel-hotel di Sumenep selama masa pandemi Covid-19 terjun bebas. Saat ini rata-rata okupansinya hanya 10 persen.

Manajer Hotel Kaberaz Luxury Sumenep, Saiful menjelaskan, sebelum masa pandemi Covid-19, okupansi hotelnya sekitar 30 persen. “Sebagian besar tamu kami dari luar Pulau Madura. Karena itu, penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya dan sekitarnya berdampak signifikan terhadap okupansi di hotel kami,” ujarnya, Jumat (29/5/2020).

Hotel Kaberaz Luxuri merupakan salah satu hotel di Sumenep yang baru beroperasi sejak akhir Desember 2019. Hotel ini menyediakan 51 kamar. “Sejak pandemi Covid-19, yakni di pertengahan Maret 2020 hingga sekarang, okupansi rata-rata di hotel kami hanya sekitar 10 persen,” terangnya.

Sementara Ketua BPC Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumenep, M Yusly mengungkapkan, perhotelan merupakan salah satu sektor yang paling terdampak atas pandemi Covid-19. “Okupansi hotel benar-benar drop. Tidak hanya di Sumenep, tetapi juga dialami daerah-daerah lain di Indonesia,” tuturmya.

Pria yang juga Manajer Hotel Utami Sumekar dan Hotel Sumekar itu memaparkan, di internalnya,.okupansi hotel Utami Sumekar dan Hotel Sumekar, di bawah 10 persen mulai pertengahan Maret 2020 hingga saat ini. Sedangkan sebelum masa pandemi Covid-19, tingkat hunian kamar di dua hotel tersebut sekitar 40-50 persen.

“Hotel kami itu memiliki 52 kamar. Pada periode Januari-pertengahan Maret 2020, okupansinya masih bagus. Masih mampu 50 persen. Begitu masuk pandemi Covid-19, okupansinya langsung turun drastis hingga tinggal 10 persen,” ucapnya.

Ia dan para pengelola hotel memiliki harapan yang sama, agar pandemi Covid-19 segera berakhir dan aktivitas di semua sektor termasuk perhotelan berjalan normal kembali. [tem/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar