Gaya Hidup

Pandemi Belum Berakhir, Tempat Wisata Gresik Malah Dibanjiri Wisatawan

Gresik (beritajatim.com)- Pandemi Covid-19 belum berakhir, namun tempat wisata di Kabupaten Gresik malah dibanjiri wisatawan menjelang pergantian tahun. Banyaknya wisatawan menghabiskan masa liburan karena pemkab tidak melakukan penutupan lokasi wsiata. Pemkab Gresik hanya membatasi jumlah pengunjung.

Salah satu wisata yang kerap menjadi tujuan masyarakat yakni Pantai Delegan. Pantai di Kecamatan Ujungpangkah itu juga tampak ramai. Lebih ramai dari pada weekend di luar libur panjang. Pengelola Pantai Delegan, Alfin menuturkan, sejauh ini pengunjung memang cukup ramai. Sejak Sabtu rata-rata lebih dari 200 pengunjung setiap harinya.

Sesuai surat edaran (SE) Bupati Gresik, untuk seluruh lokasi wisata di Gresik hanya warga Gresik saja yang diperbolehkan. Sementara untuk warga dari luar provinsi dan dari kota zona merah tidak diizinkan.

Adanya aturan itu juga tidak berjalan mulus di lapangan. Hal ini juga diakui Alfin yang agak kesulitan menerapkan aturan wisata libur panjang tersebut. Pihaknya kesulitan membedakan mana wisatawan dari Gresik atau dari luar kota yang berzona merah.

“Yang penting protokol kesehatan dijalankan. Kalau kuota sudah penuh tidak kami izinkan masuk dan harus antre,” tuturnya, Minggu (27/12/2020).

Alfian menambahkan, diperkirakan wisatawan yang berkunjung ke Pantai Dalegan akan terus bertambah sampai libur tahun baru. “Tingkat kunjungan wisatawan akan terus bertambah sampai Minggu pertama Januari 2021,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik AH Sinaga mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah mengirimkan surat kepada seluruh pengelola obyek wisata. Tak terkecuali wisata religi yang selalu menjadi daya tarik di Gresik.

Selama libur Nataru (Natal dan Tahun Baru) pengunjung dari luar kota dilarang berwisata di Gresik. Memang wisata di Gresik masih tetap dibuka, tapi dikhususkan warga Gresik. Apabila ada pengunjung dari luar kota, tentunya diwajibkan melampirkan rapid antigen atau tes swab PCR yang masih berlaku.

“Pada dasarnya dilarang berwisata ke Gresik, tapi kalau sudah terlanjur kesini tidak mungkin disuruh putar balik kan, ya harus melampirkan hasil rapid antigen,” pungkasnya. [dny/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar