Gaya Hidup

Jejak Karya Budi Sugiharto

Pameran 77 Foto Karya Almarhum Uglu

Foto karya Uglu judul 'Tradisi Ojung' yang dipamerkan di www.ruangvirtual.id.

Surabaya (beritajatim.com) – Sekitar pukul 06.00 Wib, 16 Maret 2021, Budi Sugiharto yang akrab disapa Uglu tutup usia. Fotografer sekaligus wartawan senior itu meninggal setelah dirawat di Rumah Sakit PHC Perak, Surabaya.

Untuk mengenang 7 hari kepergian almarhum, sejumlah sahabatnya memamerkan 77 foto hasil karya almarhum. Foto-foto hasil karya almarhum dipamerkan secara virtual di www.ruangvirtual.id dengan judul ‘Jejak Karya Budi Sugiharto’.

Pameran foto hasil karya almarhum itu untuk mewujudkan keinginan almarhum yang pernah disampaikan kepada teman dan sahabat-sahabatnya pada pertengahan Februari 2021.

Saat itu almarhum menyampaikan keinginannya untuk menggelar pameran tunggal atas karya-karya terbaiknya pada Maret 2021 di www.ruangvirtual.id, salah satu website yang lahir dari ide gilanya.

Tentu pameran tunggal foto-foto karya terbaik almarhum ini digelar dengan seizin istri, putra-putri dan keluarga besarnya, yang alhamdulillah menyetujui.

Pameran foto virtual ini kami beri judul “Jejak Karya Budi Sugiharto” yang akan dibuka oleh Presiden Komisaris kumparan.com, Budiono Darsono, kakak kandung almarhum.

Sebanyak 77 foto yang dipamerkan itu merupakan hasil hunting dan liputan semasa almarhum segar bugar hingga kondisinya sudah sakit.

Almarhum yang banyak dikenal oleh teman-temanya sebagi pekerja keras tersebut mempunyai banyak prestasi yang diraih dalam ajang perlombaan foto yang bisa dilihat di budisugiharto.com. Banyak karya fotonya yang menjadi juara, juga ditampilkan dalam pameran ini.

Sepak terjang almarhum di dunia jurnalistik dimulai dengan menjadi jurnalis foto di Koran Surabaya Post dan Memorandum. Lulusan Stikosa-AWS jurusan jurnalistik ini juga pernah menjadi stringer jurnalis foto kantor berita asing seperti Reuters, AP maupun AFP untuk Jawa Timur, sebelum menjadi Kepala Biro Detikcom Biro Surabaya.

Almarhum juga menjadi salah satu pendiri media online beritajatim.com.

Foto karya Uglu judul ‘Potret Anak Penambal Ban’ yang dipamerkan di www.ruangvirtual.id.

Pria kelahiran Bojonegoro 7 Oktober 1974 ini juga pernah meliput demo reformasi Tahun 1998 di Surabaya, kasus Bom Bali 1 Tahun 2002, Lumpur Lapindo Brantas Inc di Sidoarjo dan masih banyak lainnya.

Pekerjaannya sebagai jurnalis (bukan jurnalis foto) tidak membuat dirinya berhenti belajar dan terus mengembangkan kemampuan fotografi. Berbagai kompetisi fotografi diikuti. Dari tangan dinginnya, juara dan penghargaan diraih. Bahkan almarhum sempat menggelar pameran foto tunggal maupun ikut pameran foto bersama jurnalis lainnya.

Terakhir, almarhum mendirikan media online jatimnow.com. Di media yang berkantor di Jalan Jimerto No. 17A, Surabaya itu, almarhum menjadi pemimpin redaksi (pemred) hingga akhirnya dipercaya menjadi direktur utama. [but]

Testimoni Budiono Darsono, kakak kandung Budi Sugiharto:

Ugik … Uglu … Kau Abadi Melalui Karyamu

Budi Sugiharto, adik bungsu saya. Saya memanggilnya Gik. Ugik. Teman-teman wartawan di Surabaya atau Jawa TImur memanggilnya Uglu. Ugik Lucu.

Sejak penyakit mulai menggerogoti Ugik beberapa tahun lalu, semangatnya tak pernah padam. Tetap aktif. Tetap mengurus media yang ia dirikan: jatimnow.com. Tentu saja, ia tetap memotret. Bidang yang ia geluti dengan sepenuh hati.

Beberapa bulan lalu, kepada saya, Ugik dengan penuh semangat membeberkan niatnya untuk menggelar pameran foto karya-karyanya secara virtual.

Tuhan rupanya berkehendak lain. Tuhan memanggilnya sebelum Ugik sempat memamerkan foto-foto karyanya. Dan kini, teman-teman baiknya mewujudkan niat Ugik: Pameran foto karyanya.

Gik. Kau memang sudah tiada. Namun kau tetap abadi melalui karya-karyamu. Kau tetap abadi di hatiku.

Budiono Darsono
Jakarta, 24 Maret 2021

Foto karya Uglu judul ‘Polisi Vs Demonstran’ yang dipamerkan di www.ruangvirtual.id.

Testimoni Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi), Abdullah Azwar Anas, sahabat Budi Sugiharto:

Pertama saya merasa kehilangan Mas Budi atau Mas Uglu. Karena menurut saya, Mas Uglu ini komitmentnya sangat luar biasa.

Dan saya merasakan awal-awal saya menjabat sebagai bupati di Banyuwangi, ketika Mas Uglu menjadi wartawan di detik (Detikcom), ketika saya punya ide, gagasan terkait kemajuan daerah, terkait pembelaan terhadap masyarakat kecil di desa-desa, Mas Uglu begitu bersemangat.

Bahkan Mas Uglu ini sering memotivasi saya agar terus semangat untuk tumbuh dan berkembang bersama daerah. Dan saya lihat Mas Uglu ini totalitas orangnya, kadang waktu tidak menjadi pertimbangan. Bisa larut malam bahkan pagi kembali, tidak mengenal panas ataupun hujan, dia tetap datang jika memang telah punya komitmen untuk bertemu dan memotivasi mengembangkan daerah.

Saya merasa kehilangan yang mendalam. Semoga Mas Uglu diterima di sisi Allah SWT dan keluarganya, istri, putra-putrinya dan juga keluarga besar Mas Uglu mudah-mudahan diberikan kesabaran oleh Allah SWT. Semoga bisa melanjutkan ide-ide, gagasan Mas Uglu yang luar biasa.

Dirasakan hari ini meskipun beliau wafat, empati, simpati dari banyak teman, saudara-saudara yang di luar sana karena supportnya Mas Uglu itu bisa diterima oleh banyak orang dan itu bisa dirasakan di hari ini.

Sekali lagi saya ikut berbelansungkawa yang mendalam, mudah-mudahan Mas Uglu diterima di sisi Allah SWT. Terimakasih.



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk