Gaya Hidup

Objek Wisata di Bojonegoro Diharap Lebih Ramah Disabilitas

Bojonegoro (beritajatim.com) – Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Bojonegoro (PDKB) melakukan tour ke beberapa tempat wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Dalam kegiatan tersebut, mereka meninjau tempat-tempat wisata agar ramah terhadap disabilitas.

Ketua PDKB Sanawi, mengungkapkan dari hasil kunjungan yang dilakukan dibeberapa tempat, seperti Waduk Pacal, Kayangan Api dan Water Park Dander ditemukan dari segi pengembangan masih belum ramah terhadap disabilitas. Termasuk salah satunya akses tangga bagi pejalan dan kamar mandi.

“Dari hasil temuan tersebut, kemudian kami memberikan rekomendasi kepada Pemkab Bojonegoro untuk memperbaiki fasilitas publik, khususnya tempat wisata agar ramah terhadap disabilitas,” ungkapnya, Sabtu (28/11/2020).

Menurutnya, beberapa rekomendasi itu sudah dikirimkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) agar dilakukan renovasi. “Respon dari Dinas Pariwisata yang belum dibangun akan dianggarkan untuk tahun anggaran 2021. Di Kayangan Api sekarang sudah mulai dibangun,” ungkapnya.

Selain itu dalam melakukan tour wisata, kelompok disabilitas yang ada di Kabupaten Bojonegoro itu juga melakukan aksi bagi-bagi masker kepada wisatawan dan sosialisasi penerapan protokol kesehatan selama masa Pandemi Covid-19. Diantaranya harus memakai masker, sering mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun serta menjaga jarak.

Objek wisata, kata Sanawi, merupakan salah satu tempat yang rawan menjadi penyebaran Covid-19. Sehingga hal itu menjadi kegelisahan teman-teman yang tergabung dalam PDKB untuk melakukan tour ke tempat pariwisata. “Selain melakukan sosialisasi, kami juga membagikan masker yang diproduksi oleh teman-teman disabilitas,” ujarnya, Sabtu (28/11/2020).

Beberapa tujuan objek wisata yang dikunjungi khususnya yang dikelola oleh Pemkab Bojonegoro, seperti di kawasan wisata Kayangan Api di Kecamatan Ngasem, Water Park Dander, dan Waduk Pacal di Kecamatan Temayang. Sebelum melakukan tour wisata untuk mensosialisasikan protokol kesehatan itu, mereka juga menyurati semua muspika yang akan dikunjungi. “Disabilitas saja taat aturan,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bojonegoro Budiyanto belum memberi keterangan saat dikonfirmasi jurnalis beritajatim.com. Hingga berita ini ditulis sehingga masih butuh konfirmasi lanjutan progres pembangunan yang lebih ramah disabilitas khususnya di objek wisata. [lus/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar