Gaya Hidup

Nusa Barong dan Meru Betiri akan Dijadikan Obyek Wisata

Jember (beritajatim.com) – Pulau Nusa Barong yang terletak di laut selatan dan Taman Nasional Meru Betiri di Kabupaten Jember, Jawa Timur, akan dijadikan lokasi obyek wisata. Bupati Hendy Siswanto sudah membicarakan kemungkinan pembukaan Nusa Barong sebagai lokasi wisata dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Tentunya nanti ada sinergi dengan pengadaan kapal, penyeberangannya. Di sana bisa untuk wisata pantai, dan di situ bisa ditumbuhkan wisata kuliner,” kata Hendy.

Nusa Barong yang masuk wilayah Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger ini sudah menjadi cagar alam sejak masa pemerintahan Hindia Belanda pada 1920. Hendy menyatakan sudah melakukan pembicaraan dengan Perhutani soal masalah ini dan batasan-batasan yang diberlakukan jika Nusa Barong menjadi kawasan wisata.

“Sekarang dalam aturan yang baru kawasan konservasi pun masih bisa (dijadikan obyek wisata) sepanjang tidak mengganggu. Kami juga akan ada MOU (Memorandum of Understanding) untuk membuat jalan di (Taman Nasional) Meru Betiri. Di bibir pantai, kami akan lakukan MOU, membuat jalan di situ sambil mengamankan taman nasional. Kami akan bikinkan jalan sepanjang 30 kilometer dan di pinggir jalan itu akan kami pasang pagar keliling. Jadi taman nasional masih aman dan pinggir pantai jadi tempat wisata seperti di Senggigi (Nusa Tenggara Barat),” kata Hendy.

Hendy mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan Balai Taman Nasional Meru Betiri. “Itu masuk program kami dan tahun ini (melakukan) desain. Justru dengan kita masuk ke taman nasional, kita justru mengamankan. Kalau tidak, orang bisa keluar masuk, liar,” katanya.

Rencana itu disambut baik oleh Wakil Ketua DPRD Jember Dedy Dwi Setiawan. “Setuju untuk mengangkat pariwisata kita dan wisatawan untuk datang ke Kabupaten Jember,” katanya, Jumat (4/6/2021).

Namun, Dedy meminta agar rencana ini tak merusak lingkungan. Ia ingin obyek wisata itu justru menampilkan keaslian alam di Nusa Barong dan Meru Betiri. “Nusa Barong ini adalah kawasan suaka marga satwa berdasarkan surat keputusan gubernur Hindia Belanda. Kita tunjukkan saja keaslian alam di Nusa Barong dan Meru Betiri kepada dunia,” katanya.

“Yang jelas kita juga harus mendorong masyarakat (agar berpartisipasi dan mendukung), karena tidak mungkin kalau hanya bupati yang mengupayakan, tanpa masyarakat membantu,” kata Dedy. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar