Gaya Hidup, Ragam

Nikmati Udara Bersih di Pulau Gili Iyang, Pulau dengan Oksigen Terbaik Kedua Di Dunia

Stijn Dijkstra, pexels

Surabaya (beritajatim.com) – Pulau Madura selalu menyimpan banyak keunikan, selain terkenal dengan masakan-masakannya yang khas, Madura memiliki Pulau yang dijuluki sebagai “Pulau Awet Muda” Pulau Gili Iyang adalah sebuah pulau kecil di antara gugusan pulau-pulau di sebelah timur Pulau Madura. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Ibu kota kecamatan Dungkek sendiri berada di daratan Pulau Madura.

Di bagian timur Sumenep terdapat sebuah pulau yang dijuluki sebagai Pulau Oksigen. Nama pulau itu adalah Gili Iyang yang masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Dungkek. Gili atau pulau dalam bahasa setempat, memiliki luas sebesar 9,15 km2 didiami oleh 7.832 jiwa yang menghuni dua desa, yakni Bancamara dan Banraas.

Untuk mencapai Pulau Oksigen itu kita bisa menumpang taksi laut, sebutan masyarakat Dungkek untuk moda transportasi perahu kayu bermesin. Waktu tempuh menuju Gili Iyang sekitar 30-40 menit, bergantung kondisi cuaca dan tinggi gelombang. Kita bisa naik taksi laut dari Pelabuhan Penyeberangan Dungkek yang baru dioperasikan awal 2021. Pelabuhan ini dapat ditempuh sekitar 30 kilometer dari pusat kota Sumenep.

bermula dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penelitian Antariksa Nasional (Lapan) pada 2006 mengenai kualitas udara di pulau tersebut. Lapan menyebutkan, dari 17 titik yang diuji, kadar oksigen di Gili Iyang adalah sebesar 20,9 persen.

Artinya di dalam volume 1 liter udara bebas terkandung 0,209 liter oksigen. Persentase ini lebih baik dari kondisi udara daerah-daerah lain di Indonesia. Terlebih lagi di pulau ini nilai kandungan zat-zat pencemar udara seperti karbon monoksida, nitrogen oksida, atau sulfur dioksida adalah sangat rendah.

Oksigen memang gas yang sangat vital dibutuhkan tubuh. Asupan oksigen ini didapat melalui sistem pernapasan. Oksigen dibutuhkan untuk membakar zat makanan atau cadangan makanan untuk memperoleh energi bagi kehidupan semua sel tubuh. Kebutuhan akan oksigen ini harus dalam kadar yang tepat, tidak boleh kurang juga tidak boleh berlebih.

Kadar oksigen normal yang ditolerir untuk mencukupi kebutuhan pernapasan adalah dalam batas antara 19,5–22,0 persen. Kadar oksigen yang kurang dari 19,5 persen akan menyebabkan kekurangan oksigen yang disebut hipoksia. Dampak kekurangan oksigen dari yang ringan seperti lemah dan pusing, sampai yang berat seperti menyebabkan koma bahkan kematian. [dep/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar