Gaya Hidup

New Normal, Pelaku Usaha Wedding Tetap Terapkan Protokol Kesehatan

Gresik (beritajatim.com) – Di masa new normal pandemi Covid-19, perputaran usaha di sektor ekonomi perlahan-lahan mulai bangkit. Salah satu usaha yang turut merasakan perputaran ekonomi adalah pelaku usaha wedding (Pernikahan).

Salah satu pelaku usaha wedding, Zunita Kurniawati yang juga pemilik Asri Hijab menuturkan, pertama kali ada pandemi Covid-19, bisnis yang ia geluti sangat berat. Pasalnya, ada larangan dari pemerintah terkait kerumunan masyarakat.

“Saat itu usaha kami sangat berat karena banyak kliennya yang menunda pernikahan, dan itu berjalan selama lima bulan,” tuturnya, Kamis (27/8/2020).

Di masa new normal saat ini, kata Nita, dirinya berharap bisnis wedding bisa berjalan lagi meskipun tetap mengedepan protokol kesehatan. Selain itu, dirinya juga melakukan sosialisasi kepada kliennya bahwa pesta pernikahan atau acara hajatan tetap diperbolehkan asal tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Saat ada ramai-ramainya pandemi Covid-19, saya kehilangan 300 hingga 400 klien. Di masa new normal ini sudah 50 persen klien kami yang mulai memesan jasa untuk pesta pernikahan. Sekali lagi, kami tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Diakui Nita, meski masih memasuki masa new normal. Trend model gaun pengantin tetap masih diminati masyarakat. Salah satunya adalah model ball gown serta kebaya yang telah dimodifikasi. “Dua model itu yang sekarang ini banyak diminati masyarakat, utamanya wedding,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Gresik, AH.Sjnaga mengatakan, saat ini status wilayah Gresik zona oranye. Kendati demikian, status tersebut bisa kembali ke zona merah jika masyarakat tak mempedulikan protokol kesehatan.

“Saya berharap meski tak ada larangan pesta pernikahan, tapi pemerintah masih memberlakukan aturan. Salah satunya menjaga jarak, kapasitas yang diundang hanya 50 persen serta menegakkan protokol kesehatan,” paparnya.

Ia menambahkan, Disparbud Gresik juga berharap adanya bisnis wedding yang dikemas ‘Serba-Serbi Manten Expo 2020’ turut mendongkrak sektor pariwisata. Pasalnya, Gresik selain dikenal dengan wisata religi dan juga memiliki kuliner khas. “Mudah-mudahan sektor pariwisata di Gresik bangkit kembali,” imbuhnya. [dny/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar