Gaya Hidup

Menu Berbuka Puasa Ramadan di Papilio Hotel

Nasi Mandhi Tanpa Daging Kambing, Kenapa Tidak..

Surabaya (beritajatim.com) – Bagi pecinta masakan Arab, nasi mandhi menjadi salah satu menu yang ditunggu untuk berbuka puasa. Campuran kismis dan daging kambing menjadi ciri khas menu ini.

Nasi mandhi merupakan hidangan tradisional yang berasal dari selatan Jazirah Arab kemudian menyebar ke Indonesia dibawa oleh orang Hadhrami. Terdiri dari daging dan nasi dengan campuran khusus rempah-rempah dan dimasak di lubang bawah tanah.

Salah satu hotel bintang empat, Best Westren Papilio Hotel Surabaya, mengemas menu ini menjadi inovasi baru bagi para pecinta kuliner yang tak suka daging kambing. Menu nasi mandhi diubah dengan campuran ikan laut, ayam hingga, daging sapi.

Suro Hartoyo, Chef Best Westres Papilio Hotel mengatakan, menu nasi ini tidak identik dengan kambing. Dia berinovasi menggunakan seafood atau daging ayam. Hasilnya rasa tak beda jauh dengan menggunakan daging kambing.

“Rasanya tetap sama karena cara mengolah dan memasaknya sama yang menjadi beda adalah jika memasak menggunakan ikan laut. Untuk menghilangkan bau amis, kita gunakan jeruk lemon,” ucap Chef Suro.

Cara membuatnya pun terbilang gampang, dimasak selama tiga hingga empat jam, beras khas bertipe basmati ini dicuci hingga bersih lalu direndam dengan air biasa lalu diaduk bersama bumbu rempah didiamkan sampe 20 menit, baru disiram kaldu kambing dikasih kunyit kare powder lalu di steam tp tidak terlalu banyak 30-40 menit di angkat, lalu ditanak 20 menit terakhir penambahannya lemon.

Harga yang ditawarkan dengan menu ini cukup murah. Cukup merogoh kocek 145 ribu rupiah hingga 118 ribu rupiah per pax. Pecinta kuliner juga bisa membawa satu kupon undian umroh dari tempat ini. [way/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar