Gaya Hidup

Narasi Gado-gado: Kebersamaan dalam Keberagaman

gado-gado [Foto/masakapahariini.com]

Jember (beritajatim.com) – Masakan Indonesia membutuhkan narasi jika ingin terlibat dalam gastrodiplomasi. Narasi ini mengandung filosofi sosial di balik makanan tersebut.

“Melalui gastrodiplomasi, kita bisa menceritakan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara yang multikultural, toleran, dan moderat,” kata Darmansjah Djumala, Duta Besar RI untuk Austria dan Perserikatan Bangsa Bangsa, sebagaimana dilansir Humas dan Protokol Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dari webinar Ambassador Talk Series#1 bertema ‘Kuliner Nusantara Dalam Gastrodiplomasi Indonesia: Pengalaman Para Duta Besar’, Jumat sore (24/7/2020) lalu.

Menurut Darmansjah, Indonesia kaya akan beragam masakan yang mengandung nilai-nilai ajaran luhur. “Misalnya saja tumpeng yang menyiratkan doa kepada Yang Maha Esa, atau gado-gado yang menceritakan kebersamaan dalam keberagaman,” katanya.

Darmansjah menilai perlunya penciptaan narasi ini. “Gastrodiplomasi wajib mengandung national branding and identity branding. Caranya dengan memberikan pemahaman kepada warga dunia apa filosofi dan budaya yang terkandung dalam sebuah masakan,” katanya.

Rektor Iwan Taruna mendorong kegiatan webinar yang digelar Center for Research in Social Sciences and Humanities (C-RiSSH) Universitas Jember itu. “Ini memberikan penguatan bagi Pusat Kajian Gastrodiplomasi yang menjadi satu-satunya di Indonesia,” katanya. [wir/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar