Gaya Hidup

MPC Sesalkan Foto Vulgar Ulah Oknum Fotografer

Hendra Zulkarnain, Wakil Ketua Madura Fotografy Club (MPC).

Pamekasan (beritajatim.com) – Komunitas pecinta fotografi yang tergabung dalam Madura Photography Center (MPC), sangat menyayangkan beredarnya foto vulgar yang diperagakan seorang model di salah satu lokasi wisata di Kabupaten Pamekasan. Bahkan, foto yang dinilai senonoh dan menghebohkan masyarakat itu, mendapat sorotan dari sejumlah fotografer di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

“Pertama kami tentunya sangat menyayangkan atas kejadian ini, baik disengaja ataupun tidak disengaja. Dengan adanya kejadian ini, kami berharap ada kesadaran dari semua pegiat fotografi, karena nama baik fotografer ada pada diri masing-masing,” kata Wakil Ketua MPC, Hendra Zulkarnain, Kamis (12/12/2019).

Tidak hanya itu, pihaknya menilai kejadian yang mulai viral di berbagai jejaring media sosial (medsos) juga terdapat konsekuensi hukum, salah satunya berupa Pasal 29 Undang-Undang Republik Indonesia tentang Pornografi.

“Selain UU Pornografi, juga ada UU ITE Nomor 19 tahun 2016 yang mengatur tentang persoalan seperti ini. Sehingga jangan mudah berpose di depan kamera dan menyebarkan foto orang lain yang bersifat pribadi, apalagi hanya modus dari oknum PG (Photografer),” ungkapnya.

Baca Juga:

    Pria yang juga tercatat sebagai reporter sebuah radio swasta di Pamekasan juga menyampaikan kasus serupa bukan hanya sekali terjadi, sebab sebelumnya juga sempat ramai akibat ulah oknum fotografer amatir tidak bertanggung jawab.

    “Sebelumnya pernah kita dengar seorang anak diusir orang tuanya hanya karena berpose tak pantas, dan mirisnya karena permintaan fotografer. Padahal profesi fotografer dibutuhkan professionalisme dan tidak seperti yang disangka publik, ya akibat ulah segelintir oknum fotografer ini,” jelasnya, menyesali peristiwa tersebut.

    Dari itu pihaknya berharap kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya para pegiat fotografi. “Namun yang pasti menurut hemat kami, kejadian ini jelas mencederai profesi fotografer. Sekaligus menodai lokasi wisata di Pamekasan,” pungkasnya.

    Untuk diketahui, peristiwa tersebut terjadi saat seorang model berpose dengan menutup bagian muka menggunakan pakaian bagian bawah yang dikenakan. Sementara bagian dada dibiarkan terbuka dengan mengenakan hanya mengenakan bra. [pin/kun]

    Apa Reaksi Anda?

    Komentar