Gaya Hidup

Pandemi Covid-19

Mojobatik Festival 2020 Digelar dengan Konsep Berbeda

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari berbincang dengan salah satu desainer muda Kota Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto kembali menggelar Mojobatik Festival 2020. Namun Mojobatik Festival 2020 digelar dengan konsep berbeda, menyusul event tahunan Pemkot Mojokerto tahun kedua ini digelar di tengah pandemi Covid-19.

Dengan menggandeng 10 desainer muda lokal, mereka akan menampilkan masing-masing lima buah karya terbaiknya di Sunrise Mall Kota Mojokerto, Sabtu (12/12/2020) malam. Sebanyak 10 desainer muda tersebut yakni Saf Tuasikal, Reny Larasati, Frinsisca Cristy, Dedi Firmansyah, Lyna Desriana, serta Sothys Dwi B.

Kemudian Kiki Ika Susanti bersama Ella Daniswara, Dessy Dhalia, Edy Susanto, dan Danny Dwa. Selain itu, batik yang digunakan merupakan hasil karya enam aset pembatik Kota Mojokerto yang terus mendapatkan pendampingan dari Pemkot. Yakni batik Sekar Arum, Batik Bu Erna, Batik Bu Mis, Batik Bu Sofia, Batik Bu Dar dan Batik Bu Kunati.

“Alhamdulillah, di tahun 2020 ini meskipun berbarengan dengan Covid-19 salah satu agenda tahun yaitu Mojobatik Festival 2020 masih tetap bisa kita selenggarakan. Namun tentu ada perbedaannya dibanding tahun sebelumnya. Kita tidak bisa menggelar event seperti tahun lalu,” ungkap Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.

Mojobatik Festival 2020 harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Karena secara nasional, lanjut Ning Ita (sapaan akrab, red) terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Pemkot Mojokerto melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) berupaya bisa menggelar Mojobatik Festival 2020 di tengah pandemi Covid-19.

“Untuk tahun ini dalam rangka mendukung suksesnya agenda tahunan tersebut, Mojobatik Festival 2020 digelar dengan tema ‘Mula’. Yang berasal dari Bahasa Indonesia, yang artinya pertama. Maksudnya adalah pertama kalinya di event Mojobatik Festival 2020, hasil karya original para desainer Kota Mojokerto,” katanya.

Karena Mojobatik Festival 2019, lanjut Wali Kota perempuan di Kota Mojokerto ini, Pemkot Mojokerto membuka peluang bagi siapapun desainer nasional untuk bergabung namun dengan batik lokal. Untuk tahun 2020 ini, batik yang ditampilkan dari pembatik Kota Mojokerto dengan desainer asli Kota Mojokerto.

“Ada 10 desainer lokal yang akan memamerkan karyanya di Sunrise Mall, nanti malam. Agenda pariwisata berbasis event tapi mengedepankan publikasi dari pembatik-pembatik asli Kota Mojokerto yang dari tahun ke tahun semakin meningkat dan berbagai motif terus dikembangkan dan dipatenkan,” jelasnya.

Ning Ita menjelaskan, para pembatik di Kota Mojokerto tersebut diupayakan mendapatkan pendampingan SNI bagi pembatik lokal. Dalam Mojobatik Festival 2020 di Sunrise Mall tersebut akan menampilkan kain batik dari enam pembatik Kota Mojokerto.

“Mereka akan kita upayakan mendapatkan pendampingan dan terus kita libatkan. Kita akan berikan semangat agar mereka terus memberikan kreasi-kreasi terbaiknya dalam rangka menggali potensi budaya, sejarah. Warisan Mojopahit di Mojokerto ini terus dikembangkan dalam bentuk coretan-coretan indah,” urainya.

Tentunya, hasil karya batik tersebut dibarengi dengan filosofi-filosofi. Ning Ita mengajak semua warga Kota Mojokerto untuk menyaksikan karya terbaik 10 desainer bersinergi dengan hasil karya pembatik Kota Mojokerto di Sunrise Mall Kota Mojokerto. Ning Ita juga mengingatkan agar para pengunjung mematuhi protokol kesehatan.

“Standar Covid-19 dalam event, semuanya sudah termasuk dengan membatasi jumlah peserta. Maksimal 30 persen dari kapasitas yang ada, demikian SOP dalam memasuki ruangan yakni cuci tangan, memakai masker dan ketika di dalam ada jaga jarak sesuai protokol kesehatan, minimal 1 meter,” jelasnya.

Penerapan protokol kesehatan dengan pembatasan-pembatasan tersebut, lanjut Ning Ita, dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 karena event Mojobatik Festival 2020 digelar di dalam mall. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar