Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Mimpi Terasa Nyata Pertanda Alami Vivid Dream, Ini Penyebabnya

Karyme França, pexels

Surabaya (beritajatim.com) – Pernahkah Anda mengalami mimpi yang terasa nyata? Saking nyatanya Anda bahkan bisa meraba hingga membau, inilah yang dinamakan vivid dream atau mimpi nyata.

Melansir Heatline,  saat sedang tidur otak manusia tetap aktif, sehingga mereka mengalami mimpi. Sebagian besar orang tidak mengingat mimpi mereka setelah bangun tidur, namun ada juga yang sebaliknya. Saking ingatnya akan mimpi tersebut, seseorang bahkan bisa merasakan bahwa itu merupakan sesuatu yang nyata. Inilah yang disebut vivid dream, mengapa mimpi nyata bisa terjadi? Berikut ini penyebabnya seperti yang dilansir dari Sleep Foundation:

Stres dan terlalu cemas

Seseorang yang rentan stres dan sering cemas biasanya terlalu banyak pikiran hingga terbawa ke dalam mimpi. Seperti masalah dengan teman, keluarga, sekolah, pekerjaan, atau peristiwa besar seperti menikah atau membeli rumah. Kecemasan, juga dapat meningkatan risiko mimpi buruk yang mengganggu dan intens. Selain itu stres yang disebabkan oleh peristiwa traumatis, seperti kematian orang yang dicintai, pelecehan seksual, atau kecelakaan mobil juga dapat menyebabkan vivid dream.

Gangguan tidur

Masalah tidur yang menyebabkan kurang tidur, seperti insomnia dan narkolepsi, dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami mimpi nyata. Perubahan jadwal tidur Anda, karena terbang ke luar negeri, tidur pada waktu yang berbeda-beda, atau kurang tidur dari biasanya, juga dapat meningkatkan risiko ini.

Mengonsumsi obat-obatan

Selain beberapa masalah tersebut, mengonsumsi obat dapat menyebabkan vivid dream. Seperti antidepresan, beta blocker, obat tekanan darah, obat penyakit parkinson, obat penurun kolesterol, obat alergi, hingga obat untuk berhenti merokok.

Awal masa kehamilan

Melansir Medicine net, banyak wanita melaporkan bahwa mereka sering mengalami mimpi terasa nyata pada saat awal masa kehamilan. Hal ini bisa saja terjadi karena perubahan hormonal dalam tubuh mereka. Akibatnya terjadi perubahan juga pada emosi tubuh, intensitas, hingga pola tidur. Sebuah studi penelitian menemukan bahwa wanita di trimester ketiga kehamilan mengalami lebih banyak mimpi buruk dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil. [rsf/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar