Gaya Hidup

Michael Kho, Harus Berulang-kali Minta Maaf Karena Perannya

Surabaya (beritajatim.com)  –  Memiliki tubuh yang kekar dan atletis serta mata yang sipit membuat penampilan Michael Kho dalam film “Perburuan” sebagai Shidokan, tentara Nippon (Jepang) memang sangat menyakinkan. Kemampuan akting yang kuat pun membuat Shidokan dalam film yang diproduksi Falcon ini pun benar-benar kejam.

Tak jarang penonton pun dibuat marah dan sebal dengan kebengisan yang ditunjukkannya. Perlakuannya yang kejam terhadap penduduk Indonesia terutama pada orangtua membuat amarah penonton tersulut. Namun dibalik pembuatan film Perburuan ini, Michael Kho justru merasa lebih tertekan dan serba salah.

“Perasaan paling bersalahnya, karena setiap hari harus memukuli para orang-orang yang sudah tua. Selesai scene pun saya berkali-kali meminta maaf pada mereka. Tapi malah mereka ketawa karena bagi mereka begitulah acting,” kenang aktor yang pernah mendapat penghargaan karena peran pembantunya sebagai Arik di film Kenapa Harus Bule? itu.

Berbeda dengan filmya sebelumnya, Michael Kho harus benar-benar melakukan riset sendiri terhadap peran Shidokan. Dan untuk mendalaminya, Michael pun membaca isi novel karya Pramoedya Ananta Toer berjudul Perburuan itu hingga tuntas. Serta membaca buku Encyclopedia of Indonesia in the Pacific War karya Peter Post dan buku The Rape of Nanking.

“Saya pun harus bisa melapalkan bahasa Indonesia dengan logat Jepang dan itu cukup sulit,” ungkapnya, saat ditemui seusai pemutaran perdana film Perburuan di Surabaya Town Square, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/8/2019).

Bagi pria pemegang sabuk cokelat seni beladiri Brazilian Jiu – Jitsu ini, memerankan Shidoku bukan sekadar peran biasa. Kini usai menuntaskan film Perburuan ini dirinya baru benar-benar menyadari mahalnya sebuah kemerdekaan.

“Ini membuat pemikiran saya tentang kemerdekaan pun semakin kuat. Pertemuan saya dengan sang sutradara Richard Oh, sepertinya sudah diatur tuhan. Karena awalnya saya datang ke Reading Room untuk membicarakan tesisnya sambil mencari – cari buku. Setibanya disana, Richard Oh memberikan kontak casting director dan langsung meminta saya casting dan tenyata saya lolos sebagai pemeran pembantu Shidokan,” kenangnya.

Sukses mendalami setiap karakter yang diberikannya dalam beberapa film tak membuat Michael Kho berbangga diri, kedepan Michael berharap bisa menjajal peran menantang lainnya.

“Syukur-syukur bisa mendapatkan pemeran utama,” tandasnya.[rea/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar