Gaya Hidup

Merawat Ekosistem Sungai, Kelola Bengawan Solo sebagai Kawasan Wisata

Bojonegoro (beritajatim.com) – Sungai Bengawan Solo yang membentang dari Pegunungan Sewu Wonogiri dan Ponorogo menyimpan banyak sumber daya alam maupun sejarah. Disisi lain, upaya pelestarian sungai yang bermuara di Kabupaten Gresik masih minim.

Beberapa titik sungai terpanjang di Pulau Jawa itu saat musim kemarau banyak terlihat tumpukan sampah. Longsor dan juga penambangan pasir menggunakan alat mekanik. Hal itu salah satu yang nampak di sungai yang juga melintasi Kabupaten Bojonegoro.

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah dalam kesempatannya berusaha menangkap potensi daerah yang dilalui sungai Bengawan Solo. Salah satunya untuk pengembangan produks pertanian, usaha peternakan maupun nelayan Bengawan Solo.

Sebanyak 25 ribu ekor benih ikan jenis Tawes dan Nila ditebar di Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Secara simbolis benih ikan itu diserahkan kepada 30 kelompok tani yang ada di Kecamatan Kanor, Sumberrejo, dan Kecamatan Balen.

Bupati ungkapkan bahwasannya Kabupaten Bojonegoro terletak di wilayah yang sangat strategis karena dilalui Sungai Bengawan Solo. Sehingga hal ini bisa dimanfaatkan masyarakat bantaran sungai untuk bernelayan mencari ikan atau kegiatan lainnya untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari.

“Selain itu juga harus dilihat dari sisi lain untuk menopang ekonomi rakyat seperti progres peningkatan jalan, jembatan, sosial, serta menangkap beberapa hal yang sangat berpotensi menjadi wisata alam maupun wisata kuliner khas Bengawan Solo,” terangnya, Jumat (10/7/2020).

Kawasan Bengawan Solo, lanjut Anna Mu’awanah, juga menyimpan potensi wisata alam yang eksotis. Hanya saja, masih butuh wahana dan penghijauan yang memadai di sepanjang bantaran sungai agar menjadi teduh dan nyaman bagi pengunjung.

Di samping menikmati view panorama sunrise ketika fajar pagi dan sunset di senja sore, tentu kurang lengkap tanpa adanya kuliner masakan khas Bengawan Solo, ikan bakar, botok jendil atau menu unik hasil tangkapan ikan nelayan Bengawan Solo.

“Jadi Desa Kabalan bisa menjadi obyek wisata lokal yang berbasis kerakyatan,” ungkap Bupati.

Sekadar diketahui, sebagian besar masyarakat Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro merupakan nelayan Sungai Bengawan Solo. Mereka biasanya menggunakan jala untuk mencari ikan. Dengan menggunakan perahu kecil. “Sudah lama Kabalan menjadi kampung nelayan,” ujar salah seorang warga Burhan. [lus/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar