Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Menyulam Sastra Anak, Mempersiapkan Penerus Bangsa di Masa Depan

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kebutuhan masyarakat akan sastra anak menjadi sesuatu yang urgen. Sebab keberadaannya masih minim dan penting bagi perkembangan anak. Kebutuhan akan tulisan yang ramah bagi anak-anak begitu penting supaya menghasilkan generasi yang berkualitas.

Pada hari Selasa, 21 Desember 2021, Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Sidoarjo, Balai Bahasa Jawa Timur (BBJT), dan Dewan Kesenian Sidoarjo (Dekesda) tengah melaksanakan workshop kepenulisan bagi guru dalam membuat sastra anak.

Dalam workshop yang di selenggarakan di Art Center Dekesda Sidoarjo, cerita untuk anak harus memiliki estetika dan nilai hiburan yang dapat dipahami oleh anak tetapi bisa dinikmati oleh mereka yang tengah berkembang nalarnya.

Pemateri dalam workshop tersebut adalah Dr. Asrif M.Hum dari Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur, serta Vanda Arie, penulis buku cerita anak nasional dari FLP Sidoarjo. Memaparkan kiat dan motivasi bagi para peserta mengenai sastra anak dan bagaimana menulis cerita anak.

Dr. Asrif M.Hum, selaku pemateri pertama menerangkan, sastra anak harus disampaikan dan disajikan dapat dimengerti oleh anak-anak. Dari sastra ini, mereka akan mengenal kosakata dan pesan moral.

“Isi cerita anak identik dengan masa lalu, pada masa sekarang alur cerita masa depan bisa diusung selama mengandung nilai-nilai anak yang positif” jelasnya.

Sedangkan Vanda Arie, pemateri sesi kedua memberi kiat-kiat jitu menulis cerita anak. Salah satu kiatnya adalah membacakan karya sastra anak secara tidak langsung menanamkan nilai-nilai kehidupan dalam bentuk membaca dan dibacakan.

“Sastra anak adalah bacaan yang sengaja ditulis untuk dibaca oleh anak-anak. Isinya harus sesuai dengan minat dan dunia anak-anak” paparnya.

Sastra anak merupakan sastra yang mengedukasi anak. Sejatinya sastra anak justru tertuju pada orang tua sebagai pihak pertama yang memperkenalkannya. Sebab dari orang tua bisa memperkenalkan nilai-nilai yang terkandung bisa disampaikan pada anak-anak secara intens. Pengasuhan yang diulang-ulang mengenai kebaikan akan membekas dalam alam bawah sadar mereka.

Dalam workshop itu, banyak peserta yang berasal dari guru, pengajar, dan orang tua. Selain mendengarkan pemaparan dari pemateri, mereka juga praktek menulis langsung. Di sini mereka diberi bagaimana menulis cerita yang ramah anak dan bagaimana mendapatkan ide dalam menulis cerita tersebut. [but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar