Gaya Hidup

Menikmati Mbako di Warung Mbah Cokro Prapen

Surabaya (beritajatim.com) — Masa pandemi yang masih berlangsung memaksa setiap pelaku ekonomi untuk memutar otak, salah satunya pedagang tembakau. Melihat kondisi tersebut, Indra Surya Purnama (25) mengadakan sebuah acara kumpulan bagi para pedagang dan penikmat tembakau.

Berlokasi di Warung Mbah Cokro, acara bertajuk Pasar Mbako Surabaya itu digagas dalam waktu singkat. Meskipun begitu, antusias penggemar tembakau yang datang terbilang ramai. Terbukti saat tim beritajatim.com turut hadir dalam pembukaan acara itu pada Kamis, 20 Agustus 2020.

“Yang hadir banyak, Mbak. Kan ini umum. Disebarkan lewat sosmed juga, jadi banyak yang tahu. Bapak-bapak, anak muda, banyak komunitas juga,” tutur Indra sambil sesekali mengisap rokoknya,

Ada beragam konsep yang digagas dalam acara ini. Mulai dari display beragam jenis tembakau yang dijajakan, lomba melinting tembakau secara manual, hingga lomba nyethe. Nyethe sendiri adalah proses menggambar pada rokok menggunakan ampas kopi. Selain untuk menambah nilai estetika, nyethe juga difungsikan agar aroma kopi bisa menyeruak saat rokok disulut.

Indra sebagai koordinator acara menjelaskan bahwa ada beragam variasi tembakau, seperti tembakau NTT, Paiton, Gayo, Nangka, dan Srinthil. Tembakau Gayo adalah tembakau yang paling laris pada saat ini.

Kedua jenis tembakau lainnya yakni nangka dan srinthil, merupakan jenis yang spesial di mata penikmat tembakau. Keistimewaan ini terbukti dari nilai jual kedua tembakau itu. Untuk jenis nangka yang dapat dipanen dalam kurun waktu 3 tahun, bisa mencapai harga 90 ribu rupiah untuk setiap kilogramnya.

Jenis srinthil menempati tempat sebagai tembakau termahal. Tembakau asal Jawa Tengah ini didapuk sebagai tembakau yang langka dan berharga sekitar 1 juta rupiah.

Hadirnya variasi tembakau yang digelar dalam acara ini tentunya memiliki nilai keunikan tersendiri. Adanya beragam varian rasa dan aroma yang kuat adalah dua hal yang membedakannya dengan tembakau konvensional yang biasa beredar di pasaran.

“Ya daripada jualan sendiri-sendiri di masa seperti ini kan susah, ya. Mendingan kita kumpul bareng-bareng,” kata Indra saat menuturkan harapannya.

Pasar Tembakau Surabaya sendiri digelar selama 5 hari dari 20 sampai 25 Agustus 2020. Banyaknya pengunjung Warung Mbah Cokro turut membuat acara ini semakin meriah yang sudah terlihat ketika pembukaan acara pada 20 Agustus 2020 kemarin. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar