Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Menikmati Durian Montong Khas Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Bagi penghobi berat makan buah durian, tak lengkap jika melewatkan kunjungan ke Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Di desa tersebut, ada lahan 4,5 hektar yang ditanami 400 pohon durian.

Jadi warga Gresik tak perlu jauh-jauh pergi ke Pasuruan, Batu maupun Wonosalam Jombang hanya sekedar berburu buah durian.

Uniknya pohon durian yang ditanam itu, berada di daerah dataran rendah. Padahal, selama ini pohon tersebut identik dengan dataran tinggi. Hal itulah yang membuat Govaldo Ircham Maulana (23) seorang enterpreneur muda yang mengembangkan destinasi wisata agrobisnis buah durian.

Bagi Govaldo sapaan akrabnya, mengembangkan buah durian di dataran rendah ada tantangannya. Yakni, sirkulasi pengairan serta pemupukan harus terjaga. Kalau dua sistem ini bisa dilakukan. Pohon durian yang ditanam bisa berbuah dan tak kalah manisnya dengan buah durian yang ditanam di dataran tinggi. “Durian yang kami tanam merupakan jenis durian montong rasanya manis dan dagingnya tebal,” ujarnya, Kamis (7/10/2021).

Alumnus Universitas Ciputra Surabaya itu menceritakan, buah durian yang ditanam di dataran rendah mulai bibit hingga berbunga lalu berbuah membutuhkan waktu empat hingga enam tahun. Sedangkan untuk treatment-nya (perawatan). Dirinya, lebih banyak melakukan otodidak.

“Menanam buah durian sangat sensitif. Bila salah merawatnya rasanya tidak manis. Padahal pengunjung lebih suka membeli durian yang manis,” ungkap Govaldo.

Ia menjelaskan ide membuat destinasi wisata ini, berawal tahun 2018 saat dirinya menanam buah naga. Setelah prospek bisnis buah naga tidak berkembang. Lahan seluas 4,5 hektar sempat vakum lalu banting stir ditanam pohon durian dengan konsep famili. Dimana, pengunjung bisa menikmati makan durian sepuasnya dengan tempat yang lebih resprentatif.

“Potensi Gresik sangat luar biasa dan ini bisa jadi satu-satunya ada destinasi wisata perkebunan durian. Harganya pun terjangkau. Perkilonya untuk durian lokal jenis montong. Kami badrol Rp 60 ribu. Sementara durian premium jenis musangking Rp 600 ribu perkilonya,” kata pemilik King Goval Farm.

Setiap akhir pekan lanjut Govaldo, pengunjung sangat banyak. Bahkan, sampai ada yang ‘waiting list’. Dari hasil bisnis tersebut, omset yang diraup selama dua minggu mencapai Rp 200 juta-an.

Sementara, Masduki (50) salah satu pengunjung asal Perum Green Hill Gresik menyatakan sensasi makan durian seperti di pegunungan. Cukup puas alamnya juga enak dan bisa dinikmati bersama keluarga. “Cukup puas jadi tidak perlu jauh-jauh makan durian di Pasuruan atau Batu. Di Gresik juga ada malahan dari pohonnya langsung,” pungkasnya. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar