Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Mengisi Malam di Surabaya dengan Sajian Otentik Sunda ala Kedai Priangan Kang Uus

Kedai Priangan Kang Uus, alternatif menu makan malam di Kota Surabaya (Foto : Dyah Ayu Setyorini/beritajatim.com)

Surabaya (beritajatim.com) – Bagi warga Surabaya, menu seperti rawon, soto, atau tahu tek merupakan menu yang lazim untuk santap malam. Terkadang, rasa bosan muncul akibat terlalu sering menikmati sajian tersebut.

Jika sedang dilanda rasa bosan, tidak ada salahnya mencoba kuliner khas daerah lain. Menu-menu Sunda bisa jadi alternatif untuk santap malam di Kota Pahlawan.

Kedai Priangan Kang Uus menjadi tempat yang tepat untuk menikmati menu otentik Sunda. Kedai ini menawarkan sajian berbasis sambal.

Sekilas tidak ada perbedaan dengan warung penyetan umumnya. Kedai yang juga berkonsep warung tenda ini menawarkan beragam lauk mulai dari ayam, bebek, burung dara, bandeng presto, telor, hati, usus, tempe, tahu yang disajikan dengan sayur lalapan dan kubis goreng.

Bedanya, kedai ini menggunakan bumbu otentik Sunda yang tidak ditemukan di warung lain. Sambalnya cukup beragam, mulai dari sambal tomat, sambal trasi, sambal korek, dan sambal bawang. Seluruhnya tersedia gratis dan dadakan sesuai pesanan.

Kedai Priangan Kang Uus, alternatif menu makan malam di Kota Surabaya (Foto : Dyah Ayu Setyorini/beritajatim.com)

Tetapi, ada sambal yang jadi andalan kedai ini yaitu sambal hitam atau sambal kemiri. Bisa dibilang, sambal kemiri merupakan sajian signature dari Kedai Priangan Kang Uus.

“Sambal hitam atau sambal kemiri ini kan yang nggak ada di warung sambelan lain kan, cuma ada di sini,” ujar pemilik kedai, Uus, kepada beritajatim.com.

Uus mengakui warung sambalan khas Sunda di Surabaya cukup banyak. Tetapi dia menjamin tidak ada yang menyediakan sambal hitam berbahan dasar kemiri.

“Pelanggan saya pun banyak yang suka dan datang untuk menikmati sambal hitam itu,” kata Uus.

Berdiri sejak 90-an, kedai berlokasi di Jalan Ngagel Jaya Selatan No.15G, Pucang Sewu, Gubeng, sekitar 100 meter arah timur dari Makam Ngagel ini tak pernah sepi pengunjung. Uus membuka kedainya mulai pukul 17.00 WIB.

Melihat sepintas pada ramainya kedai itu, mungkin pengunjung bakal menangkap kesan harga makanannya mahal. Apalagi jika memperhatikan label Sunda.

Kedai Priangan Kang Uus, alternatif menu makan malam di Kota Surabaya (Foto : Dyah Ayu Setyorini/beritajatim.com)

Nyatanya, seluruh menu yang tersaji di kedai ini dibanderol dengan harga terjangkau. Untuk setiap menu, Uus memasang harga antara Rp15 ribu hingga Rp30 ribu.

Rinciannya, satu potong ayam goreng baik paha maupun dada dijual Rp15 ribu. Bebek goreng dihargai Rp22 ribu per potong. Sedangkan menu termahal berupa seekor burung dara goreng dipasang harga Rp30 ribu.

Selain itu, ada pilihan lauk lain dengan harga sangat miring. Seperti bandeng presto yang cuma Rp15 ribu per ekor, telur goreng dadar atau ceplok Rp4.000, ati, ampela atau kepala ayam Rp2.000, bahkan sate usus hanya Rp1.000 saja.

Untuk nasi, Uus menyediakan dua pilihan yaitu uduk dan putih biasa. Keduanya dijual dengan harga Rp5.000 per porsi. Sementara seluruh sambal tersedia secara gratis. Pengunjung bisa memilih sambal sesuai selera dan langsung dibuatkan begitu pesanan diterima.

Dengan rasa khas dan harga terjangkau, sangat wajar jika kedai ini jadi favorit warga Surabaya. Bahkan ada pengunjung yang ternyata merupakan pelanggan lama Kedai Priangan Kang Uus.

Salah satu pengunjung, Michael, mengaku sudah memfavoritkan sajian di kedai satu ini. Dia tak pernah pulang dengan rasa kecewa setiap kali makan di lapak Uus.

“Makan di sini itu sudah murah, rasanya juga nggak berubah, dagingnya enak dan juicy. Tapi saya juga suka juga bandeng prestonya karena bumbunya begitu meresap ditambah ada sambel yang tidak ada di sambelan manapun di Surabaya, khas,” kata Michael.

Ingin mencoba paduan ayam, bebek, burung dara goreng dengan sambel kemiri yang khas Sunda? Tidak ada salahnya mampir sejenak di Kedai Priangan Kang Uus. (adg/beq)


Apa Reaksi Anda?

Komentar