Gaya Hidup

Mengintip Pembuatan Kopi Osing Khas Banyuwangi

Kopi Osing Khas Banyuwangi, Foto: Lailatul

Banyuwangi (beritajatim.com) РBagi penikmat kopi yang sedang berkunjung ke Banyuwangi, tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi kopi Osing.  Kopi khas kota Gandrung ini dapat dijumpai di desa wisata Osing Kemiren.

Jukung Resto dan Nidom Coffee menjadi salah satu tempat yang menyuguhkan sajian kopi Osing. Bahkan, di sini kita bisa langsung melihat dan belajar cara menyangrai kopi Osing secara tradisional.

Untuk menyangrai kopi Osing dibutuhkan waktu antara 15 hingga 20 menit dengan suhu awal 200 derajat.

“Suhunya sekitar 200 derajat baru kopinya dimasukkan. Kalau tidak panas nanti jadi lama menyangrainya. Tapi kalau terlalu besar apinya juga gosong jadi harus bisa mengatur apinya,” jelas Supri saat ditemui Minggu (9/8) di dapur Jukung Resto dan Nidom Coffee.

Uniknya, di tempat ini proses menyangrainya masih menggunakan cara manual tanpa bantuan mesin.

“Kami manual menggunakan tungku. Kalau pakai mesin itu bisa membuat aromanya jadi lebih kuat. Ini medium,” imbuh Supri.

Dengan cekatan tangannya terus menyangrai sambil sesekali mengipas menggunakan kipas anyaman dari bambu. Tujuannya agar kulit ari kopi terlepas dan aromanya menguat.

Supri pembuat Kopi Osing. Foto: Lailatul Fitriani

Mendekati matang, gerakan tangan harus dipercepat agar tingkat kematangannya merata.

“Ini sebentar lagi matang. Udah mulai menghitam seperti ini jadi ngaduknya harus dipercepat juga. Nanti kalau sudah terdengar bunyi kretek-kretek tandanya sudah matang,” terangnya.

Usai disangrai, kopi Osing masih harus disimpan selama dua hari guna menghilangkan kandungan gas. Hal itu yang membuat kopi Osing tidak menyebabkan kembung.

“Disimpan dulu di vakum. Kalau kopi biasa bikin kembung karena tidak melalui proses ini. Kalau kopi Osing disimpan dulu di penyimpanan kedap udara jadi tidak bikin kembung,” ungkap pria yang sejak kecil sudah akrab dengan pembuatan kopi.

Jika sudah melewati semua proses tersebut, maka kopi Osing tinggal digiling dan siap untuk diseduh.

Selain menyajikan kopi Osing, Jukung Resto dan Nidom Coffee juga menawarkan aneka kuliner lain seperti rujak soto, kesrut pitik kampung, dan kue cucur yang menjadi menu populer.(ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar