Gaya Hidup

Mengintip Indahnya Bukit Glodakan Tuban, Sayangnya Kotor…

Reporter Beritajatim.com saat berpose di Bukit Glodakan Tuban

Tuban (beritajatim.com) – Desa Bukit Glodakan, Trantang Kerek, Tuban memang menjadi salah satu venue Porprov Jatim VI 2019 cabang olah raga Paralayang. Tapi jangan dibayangkan untuk mencapai tempat ini seperti kita pergi ke Pantai Tuban.

Butuh perjalanan sekitar dua jam dari Kota Tuban hingga bisa sampai di Bukit Glodakan ini. Jika di hitung dengan kilometer, kisaran 36 kilometer untuk bisa mengenjungi spot ini.

Namun perjalanan menuju kawasan bukit kapur ini, kita akan disuguhkan dengan beberapa pemandangan menarik. Hamparan sawah berbentuk sengkedan berwarna kuning dengan background bukit menjadi salah satu daya tarik perjalanan untuk menambah koleksi berfoto mengisi feed sosial media.

Bukan hanya pemandangan sawah, pemukiman warga yang masih natural dengan konsep rumah joglo dari kayu jati menjadi warna tersendiri saat perjalanan. Bahkan suasana sunyi sepi khas desa masih melekat di kawasan ini.

Dan Paralayang menjadi salah satu hiburan yang menarik bagi para warga Desa Kerek dan sekitarnya. Hampir semua warga berbondong-bondong untuk melihat perlombaan Paralayang. Tak heran bukan hanya mengendarai kendaraan roda dua para warga ini untuk sampai di tempat ini, mereka pun nekad naik pickup bersama-sama.

Erna Sutikno, salah satu warga Desa Gaji, Tuban ini, rela naik bak pickup bersama kawan-kawannya untuk melihat perlombaan Paralayang. Karena jarak tempuh dari rumahnya 10 kilometer, ia rela mengendarai bak terbuka. “Jarang ada perunjukkan atau perlombaan di sekitar di daerah sini makanya saya penasaran buat datang ke tempat ini dan ternyata bagus lomba paralayangnya,” ucapnya,

Pemandangan bukit yang bagus di venue Paralayang ini sayang sekali tidak ditunjang dengan kebersihan yang memadai, bahkan terkesan kumuh karena masih banyak berserakan ampas tebu bekas panen yang berserakan ditempat ini, ditambah lagi para pedagang yang tumplek menjadi satu dengan lokasi landing paralayang hanya berjedah 150 meter hal ini seharusnya tidak safety bagi para atlet. [way/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar