Iklan Banner Sukun
Gaya Hidup

Mengenal Istilah Generasi Home Service dan Cara Mengatasinya

Foto oleh RODNAE Productions dari Pexels

Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin sebagian orang masih belum familiar dengan istilah generasi home service. Generasi ini biasanya diidentikkan pada seorang anak yang kerap menggantungkan diri pada orang tua maupun pengasuhnya. Meski dalam ukuran anak-anak hal ini terbilang wajar, namun tentu akan memiliki dampak negatif untuk perkembangan mereka ke depannya.

Menurut psikologis, hidup para generasi home service yang segala kebutuhannya selalu disiapkan ini biasanya dikarenakan oleh kemampuan finansial orang tuanya. Yang paling sering terjadi ialah karena ayah dan ibunya bekerja sehingga ketika ada waktu luang mereka menggantikannya dengan memenuhi segala kebutuhan anak. Meskipun begitu ada beragam alasan lain yang menyebabkan anak menjadi demikian.

Sebagai orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Bahkan hingga kerap memudahkan segalanya yang mereka minta. Padahal kebiasaan seperti inilah yang membuat para anak selalu ingin dilayani hingga tidak memiliki rasa tanggungjawab atas dirinya sendiri. Maka untuk mengurangi dampak negatif seperti ini tentu perlu adanya pencegahan.

Sebenarnya tanpa mengurangi rasa kasih sayang, generasi home service ini bisa dicegah dengan berbagai cara, salah satunya ialah orang tua harus memiliki kesadaran terlebih dahulu. Karena anak sejak usia dini harus sudah dipersiapkan untuk masa depannya. Tak ayal yang namanya persiapan tentu memiliki proses yang panjang, terlebih untuk membangun karakter atau kepribadian pada anak.

Dari kesadaran inilah para orang tua memiliki pemahaman bahwa hadiah terbaik untuk masa depan anak ialah berupa kesempatan dan tantangan yang sesuai dengan usianya. Sehingga mereka bisa mengerjakan semua tugas, tanggungjawab, serta kemandirian dengan dirinya sendiri.

Jika anak memiliki pengasuh maka salah satu cara mencegahnya ialah dengan berkomunikasi. Menjelaskan dengan pengasuh apa yang sebenarnya orang tua harapkan untuk sang anak. Jadi, pengasuh anak dapat diberikan batasan mengenai tugasnya yang penting-penting saja, seperti dengan membantu sesuatu yang memang tidak bisa dikerjakan oleh anak seusianya.

Selebihnya yang berkaitan dengan tanggungjawab dan kemandirian anak, maka biarkan saja. Para orang tua atau pengasuh perlu memberikan contoh kemudian cukup dengan melihat serta mengarahkannya. Seperti ketika menggunakan sepatu untuk anak usia tiga tahunan, maka jika ia salah bisa dijelaskan tahapannya. [fyi/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar