Gaya Hidup

Mengedukasi Warga Agar Tertib Bermasker Lewat Lomba Video dan Desain Masker

Model memperagakan desain masker peserta lomba.

 

Malang(beritajatim.com) – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Malang bekerjasama dengan PT Kian Mulia Dua Puluh Tujuh (KM 27) membuat perlombaan video dan desain masker. Lomba ini sebagai upaya Pemerintah Kota Malang dalam melakukan edukasi agar masyarakat tertib dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Perlombaan yang digelar sejak Oktober 2020 ini memiliki animo yang cukup tinggi. Awalnya target peserta hanya dari Malang Raya saja. Namun, di luar prediksi peserta yang mengikuti berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur bahkan hingga Kalimantan.

Untuk lomba video diikuti oleh 65 peserta, dan desain masker dikuti oleh 30 peserta. Jumlah ini lebih sedikit dari peserta yang daftar. Panitia memberlakukan kuota agar peserta tidak membeludak. Plt. Sekretaris Disporapar Kota Malang, Eko Sri Yuliadi menyebut, lomba membuktikan pandemi tidak menghalangi orang untuk tetap kreatif dan inovatif.

“Di masa pandemi, kita masih bisa berinovasi dan berperan aktif dalam rangka sosialisasi protokol kesehatan, dan edukasi agar disiplin memakai masker. Jadi audio visual ini bisa langsung dilihat oleh masyarakat. Video yang menang bisa kita putar di tempat-tempat keramaian publik,” kata Eko, Rabu, (28/10/2020).

Eko mengatakan, Pemkot Malang harus terus melakukan sosialisasi 3 M yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sampai pandemi Covid-19 berakhir. Saat ini sesuai data Pemkot Malang tingkat kepatuhan warga Kota Malang dalam bermasker sudah 90 persen.

“Lomba desain masker ini juga sarana edukasi bahwa selain bisa melindungi dari virus, masker ini juga bisa didesain dengan modis,” ucap Eko.

Sementara itu, Direktur KM 27, Kiki Indah Permata menilai antusiasme peserta sangat tinggi dalam lomba ini. Ia berharap proyek ini bisa menjadi percontohan daerah lain dalam hal edukasi protokol kesehatan. Dia menyebut, melalui lomba ini, membuktikan bahwa Kota Malang sudah siap dengan era tatanan kehidupan baru.

“Lomba ini juga bisa sebagai media promosi bahwa Kota Malang sudah siap dengan era tatanan kehidupan baru. Mulai dari sektor UKM, akademisi, pelajar, pelaku pariwisata, maupun masyarakat umum sudah siap. Jadi orang tidak perlu takut datang ke Malang,” tandas Kiki. (luc/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar