Gaya Hidup

Menengok Penangkaran Burung Murai Seharga Mobil di Gresik

Sepasang burung murai panda albino milik warga Dusun Jambu, Desa Semampir, Kecamatan Cerme, Gresik yang diharga ratusan juta rupiah

Gresik (beritajatim.com) – Dari hobi berkontes burung murai batu, Bagus HS (32) warga Dusun Jambu, Desa Semampir, Kecamatan Cerme, Gresik mengembangkan bakatnya dengan beternak burung murai langka. Burung murai ‘Panda Albino’ namanya yang ia beli sepasang trorolan seharga Rp 200 juta yang kini sudah mulai produksi pertrotolan dihargai Rp 100 juta atau setingkat harga satu unit mobil.

Kendati harganya ratusan juta rupiah. Namun, tidak mudah memelihara burung murai albino. Sebab, burung ini memiliki ciri khas berwarna putih lalu diekornya ada berwarna hitam.

Bagi Bagus HS tidak mudah memelihara burung murai albino. Sebab, dari hasil penetasan telur pertama sempat tidak jadi. Meski tidak berhasil, bapak satu anak ini tidak patah semangat. Dirinya, kembali meneteskan telur kedua hasil persilangan dan berhasil.

Kini burung murai albino dari hasil penetasan itu, sudah berusia 2,5 tahun dan akan dikembangkan terus karena memiliki ciri khas warna yang berbeda dengan burung murai lainnya.

“Kelebihan burung murai albino berbeda dengan burung lainnya. Dari segi warna memang beda. Pemeliharannya pun lebih sensitif,” ujar Bagus HS sedikit bercerita, Rabu (17/03/2021).

Bagus juga menambahkan, harga burung murai albino lebih mahal. Satu pasang anak burung ini bisa mencapai Rp 150 juta. Lain lagi kalau sudah besar harganya mencapai satu unit mobil. “Saat ini saya punya koleksi satu warna satu pasang. Sedangkan yang buat lomba ada 6 pasang,” imbuhnya.

Penangkaran burung murai Bird Farm milik Bagus HS memang sangat spesial. Burung murai peliharaannya ditempatkan di rumah yang sangat besar, dan ditempatkan di lantai dua. Ada enam sangkar burung, yang dipelihara secara spesial.

Malahan ada satu sangkar burung murai yang diberi nama ‘Bima Sakti’. Burung tersebut kerap kali mengikuti lomba di tingkat nasional. Bahkan, pernah menyabet juara nasional di Jakarta. Saat hendak dibawa pulang burung murai yang berwarna kehitaman dan kecoklatan ini sempat ditawar seharga mobil Honda Jazz dan ditambahi uang Rp 200 juta. “Meski dihargai sebesar itu, tidak saya berikan. Kami terus mengembangkan burung murai ini, supaya nama Gresik terangkat dikancah nasional,” pungkas Bagus HS. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar