Gaya Hidup

Mencari Jejak-jejak Kerajaan di Sungai Brantas

Komunitas pemburu benda kuno asal Jombang, Jatim mencari jejak-jejak peninggalan purbakala di Sungai Brantas, kawasan Jalan Majapahit, Kota Malang.

Malang (beritajatim.com) – Komunitas pemburu benda kuno asal Jombang, Jatim mencari jejak-jejak peninggalan purbakala di Sungai Brantas, kawasan Jalan Majapahit, Kota Malang, Senin, (13/1/2020). Mereka adalah Abdul Aziz dan Rahmat Setiawan.

Titik poin yang diambil adalah aliran sungai Brantas yang ada di sekitar bawah jembatan Majapahit. Susur sungai mencari benda purbakala dimulai sejak pukul 11.00 WIB. Para pegiat benda kuno ini menyelami sungai Brantas, sambil membawa jaring mereka mengeruk isi sungai.

“Kami terpacu mendapat benda purbakala, sebelumnya kami di sungai Bangau, Malang. Disana mendapat koin kepeng, besi, pecahan keramik dan emas. Sekarang dilanjutkan di Sungai Brantas,” kata Rahmat.

Rahmat menuturkan bahwa Malang memiliki banyak potensi benda purbakala yang terpendam di bumi ataupun yang tersebar di sepanjang aliran Sungai Brantas. Sebab, pada era kerajaan peran sungai sangatlah strategis. Selain sebagai sumber kehidupan juga sebagai jalur perdagangan.

“Di Malang ini istimewa, kami yakin di sepanjang Sungai Brantas semua benda purbakala era kerajaan ada. Bahkan hingga era sebelum kerajaan Kanjuruhan kerajaan tertua di Malang abad ke 8,” ujar Rahmat.

Rahmat menuturkan, bahwa susur sungai mencari benda purbakala tujuannya adalah menggugah semangat masyarakat agar lebih peduli dengan sejarah bangsanya. Dia meyakini banyak benda peninggalan leluhur yang masih belum tercari di sepanjang sungai.

“Kami ingin membangkitkan kepedulian masyarakat bahwa banyak kekayaan leluhur yang terpendam di bumi terutama aliran sungai. Karena jangan sampai anak cucu kita belajar ke luar negeri, karena faktanya banyak benda bersejarah yang di luar negeri,” tandasnya. (luc/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar