Gaya Hidup

Melihat Gapura Magis Majapahit di Situs Kawitan Alas Purwo Banyuwangi

Situs Kawitan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi. Foto: Lailatul Fitriani

Banyuwangi (beritajatim.com) –  Bau dupa yang menyengat memenuhi udara. Rupanya, bau itu berasal dari dalam pura tempat beberapa sajen baru saja dibakar. Ya tim beritajatim.com mengunjungi situs Kawitan di kawasan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi.

Situs Kawitan menjadi satu dari beberapa tempat di kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang dianggap mistis dan disakralkan.

Alas Purwo selalu dikaitkan dengan kisah mistis dan santet yang menyelimutinya. Situs Kawitan berada di tengah hutan jati yang tumbuh menjulang ke langit. Setibanya di sana, langit sore yang perlahan mulai gelap kian menambah kesan angker dan bulu kuduk merinding.

Tidak ada satupun pengunjung terlihat. Hanya beberapa monyet liar berkejaran turun dari pohon ke pelataran pura. Mendadak teriakan melengking mereka bersahutan. Kontras dengan suasana yang tadinya begitu sunyi.

Tampak luar, bangunan tua ini hanya berupa pura pada umumnya dengan gapura sebagai pintu masuk dan patung di tiap sisinya.

Tumbuhan hijau seperti lumut dan paku-pakuan yang menutupi permukaan pura selaras dengan dedaunan rimbun di sekelilingnya. Konon, gapura itu merupakan pintu gerbang menembus dimensi lain yang sulit di nalar manusia.

Secara tak kasat mata, gapura tersebut mengarah ke timur. Bentuknya menyerupai gapura majapahit dengan jalan setapak berwarna putih.

“Ada yang mengatakan situs kawitan itu gapura kadewatan. Itu kelihatan dalam dunia gaibnya. Kalau orang semedi ya nanti bisa terlihat,” ungkap Katemin, Pedanda Pura Kawitan saat ditemui di kediamannya yang tak jauh dari Situs Kawitan, Sabtu (8/8/2020).

Di bagian dalam, terdapat bongkahan batu bata besar tempat meletakkan sesajen. Batu bata yang tersusun rapi tersebut berwarna putih kecokelatan dengan pagar memutar sebagai pelindung.

Kisah yang beredar, Situs Kawitan diyakini dapat mengabulkan permohonan. Tak ayal, banyak orang yang mendatangi tempat ini. Baik untuk bertapa maupun sekadar datang membawa bunga.

Bahkan, sejumlah pejabat dan menteri  mulai era orde baru hingga reformasi disebut kerap mengunjungi tempat ini apalagi menjelang pemilihan umum.

Percaya atau tidak, menurut penuturan Katemin banyak yang permohonannya terkabul usai dari sana.

Mereka yang datang itu berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan yang terbanyak dari Bali.

“Kemarin ada yang ke sini. Saya lupa nanya namanya siapa. Dari Tangerang pokoknya. Dia dapat petunjuk untuk datang ke sini. Kalau Presiden belum ada,” tuturnya.

Lama tapa yang dilakukan juga tidak pasti, lanjutnya. Hal itu tergantung ketahanan masing-masing orang. Mulai dari beberapa jam hingga bulanan pun ada.

Situs Kawitan Taman Nasional Alas Purwo Banyuwangi. Foto: Lailatul Fitriani

Katemin mengungkapkan jejak mula Situs Kawitan di tahun 1967 yang kemunculannya sempat membawa malapetaka bagi masyarakat setempat.

Kala itu, masyarakat Tegaldimo tidak sengaja menemukan tumpukan batu bata yang tertutup semak belukar saat membuka lahan untuk bercocok tanam.

Mereka beramai-ramai membawa bongkahan tadi pulang untuk membuat tungku. Tak berselang lama, desa itu mengalami pagebluk. Banyak warga yang mendadak sakit hingga meninggal.

“Dibawa ke sesepuh. Sama orang sepuh tadi batunya disuruh mengembalikan ke tempatnya,” kenang pemangku itu.

Sejak itu, Pura Kawitan dibiarkan seperti semula. Umat Hindu setempat sangat menghormati dan merawat situs tersebut dengan seksama.

Bersama umat Hindu Bali, dibangunlah sebuah Pura megah beberapa meter dari sana. Selain sebagai tempat peribadatan juga untuk menjaga Situs Kawitan dari jangkauan orang jahil.

Untuk menuju ke Situs Kawitan, dibutuhkan waktu sekitar satu jam dari gerbang masuk Taman Nasional Alas Purwo. Sepanjang perjalanan, hanya pepohonan tinggi di kiri dan kanan yang tertangkap mata.

Sesekali monyet-monyet berkerumun di pinggir jalan beraspal yang tak seberapa luas itu. Kendati jalanan sudah mulus, pengendara harus berhati-hati dengan kawanan monyet yang mendadak menyebrang jalan.

Terlepas dari misteri yang membayanginya, Taman Nasional Alas Purwo menyuguhkan pemandangan yang masih sangat alami. Di sana, banyak spot wisata alam yang menyejukkan dan wajib dikunjungi ketika sedang berada di Banyuwangi. (ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar