Gaya Hidup

Melihat Deretan Rumah Mewah Warga Tuban yang Terkena Relokasi Proyek NGRR Pertamina

Rumah warga Dusun Tadahan, Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Tuban yang terkena pembebasan relokasi untuk lahan proyek NGRR Pertamina.[Foto/M Muthohar]

Tuban (beritajatim.com) – Dusun Tadahan, Desa Wadung, Kecamatan Jenu, sudah sangat sepi. Tidak tampak aktivitas warga. Pasalnya, puluhan KK dari warga kampung tersebut sudah pergi meninggalkan rumah-rumah mereka yang telah dibebaskan untuk kebutuhan lahan proyek kilang minyak Tuban.

Puluhan KK ini kemudian membeli tanah lagi. Mereka membangun rumah mewah secara bersama-sama di tempat baru. Warga dari satu dusun tersebut melakukan relokasi secara mandiri. Tentu saja, wajah kampung baru tersebut berbeda jauh dengan kampung sebelumnya.

Jika sebelumnya hanya rumah semi permanen, kusam, dan berlumur debu, kini mereka memiliki rumah bertulang beton, bersih, dan tinggi menjulang. Pada bagian depan rumah baru tersebut juga terdapat pagar, layaknya rumah elit di perkotaan. Berderet sambung menyambung, dari ujung ke ujung lainnya. Semuanya baru.

Puluhan Kepala Keluarga (KK) Dusun Tadahan, Desa Wadung, Kecamatan Jenu ini melakukan relokasi secara mandiri setelah mendapatkan ganti rugi pembebasan lahan. Dusun tersebut hendak digunakan lokasi proyek strategis nasional New Grass Root Refinery (NGRR) atau Kilang Minyak Tuban. Warga pun pindah secara bertahap.

Pantauan beritajatim.com di lapangan, kampung baru yang sekarang ini ditempati 63 KK. Kampung ini masih berada di Desa Wadung, Kecamatan Jenu. Warga yang telah mendapatkan pembayaran untuk pembebasan lahan, pindah dari Dusun Tadahan sejak akhir tahun 2020.

Rumah semi permanen milik warga sebelum relokasi ke tempat baru

“Kami sudah mulai pindah di sini sejak November 2020. Di sini tinggal sama suami, mertua dan juga ipar,” ujar Nana, salah satu ibu-ibu muda yang tinggal di kampung baru, Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Kamis (25/2/2021).

Sejumlah warga dari Dusun Tadahan yang terkena relokasi langsung membeli lahan yang tidak begitu jauh dari kampung mereka sebelumnya. Ukuran tanah baru itu lebih luas. Kemudian mereka membangun rumah yang terbilang mewah dibandingkan dengan rumah mereka sebelumnya. Rumah itu menghabiskan dana hingga ratusan juta rupiah.

“Untuk yang pindah di kampung baru ini sudah ada 63 KK, sebagian besar memang merupakan warga dari satu dusun (Tadahan),” ungkap Suwarno, salah satu tokoh warga ikut terkena relokasi kilang minyak itu.

Rumah warga setelah relokasi ke tempat baru

Suwarno menjelaskan, warga yang terkena relokasi sebenarnya pas-pasan secara ekonomi. Sehingga hasil dari pembebasan lahan dan relokasi itu jumlahnya tidak seperti yang didapatkan warga Desa Sumurgeng, Kecamatan Jenu, yang mendapatkan miliaran rupiah.

“Untuk biaya relokasi ini murni dari warga sendiri, dana yang didapatkan dari pembebasan. Kita ini warga yang pas-pasan, kalau kita punya ladang atau sawah yang luas, mungkin bisa jadi miliader juga. Tapi ini bisa beli tanah dan bisa bangun rumah kembali, sudah sangat bersyukur,” papar Suwarno saat ditemui di rumahnya. [mut/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar