Gaya Hidup

Masa Transisi New Normal, Jual Beli Emas di Kota Mulai Bergairah

Emas di toko Bulan Purnama Pasar Besar Malang.

Malang (beritajatim.com) – Geliat jual beli perhiasan emas di Kota Malang mulai bergairah. Sempat lesu karena penjualan menurun hingga 90 persen di awal pandemi Covid-19. Penjualan emas batangan maupun perhiasan mulai meningkat hingga 20 persen pada masa transisi new normal atau kehidupan normal baru.

Sulthon, pemilik toko emas Masyhur di Pasar Besar Malang mengatakan, memasuki masa transisi kondisi pasar mulai dipadati pembeli. Hal ini juga mempengaruhi pembelian emas. Dia mengungkapkan pada awal pandemi banyak orang yang memilih menjual emas ketimbang membeli emas baik yang batangan maupun perhiasan.

“Jual beli emas mulai pulih, peningkatan pembelian sekitar 20 persen. Saat awal adanya Covid-19 lalu jarang ada yang beli emas, mayoritas menjual emas karena butuh uang,” ujar Masyhur.

Harga emas murni di Kota Malang saat ini berada di kisaran angka Rp800 ribu per gram, Padahal bulan lalu harganya menembus angka Rp900 ribu per gram. Kalau emas murni dengan kadar 75 persen saat ini dijual Rp590 ribu sampai dengan Rp600 ribu. Sebelum lebaran lalu harganya mencapai Rp675 ribu. Jadi harga emas rata-rata turun sekitar 70 ribu per gram.

Salah satu pedagang lainnya, di toko emas Bulan Purnama, Yuli A juga mengakui dalam sepekan terjadi peningkatan penjualan emas sekitar 20 persen. Apalagi saat ini layanan pernikahan di KUA juga kembali dibuka sehingga banyak calon pengantin yang mulai membeli emas.

“Khusus untuk cincin pernikahan penjualannya naik sekitar 5 persen. Saat awal pandemi Covid-19 penjualan turun 75 persen, sekarang sudah mulai banyak yang beli emas batangan ataupun perhiasan,” tandas Yuli. (Luc)





Apa Reaksi Anda?

Komentar