Gaya Hidup

Makna Hari Kartini Bagi Dosen Muda Unisla

Dr. Nur Iftitahul Husniyah, M.Pd.I

Lamongan (beritajatim.com) – Masih dalam momentum Hari Kartini. Sang perempuan yang lahir pada 21 April 1879, penggugah emansipasi yang sangat melegenda tersebut begitu membekas di hati, meski sudah satu abad lebih sejak kepergiannya di tahun 1904. Pemikiran dan cita-citanya dalam memajukan perempuan Indonesia begitu luhur, terutama dalam hal pendidikan.

Hari Kartini selalu menarik diperbincangkan, termasuk oleh Ketua Devisi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Karang Taruna Provinsi Jawa Timur, Dr. Nur Iftitahul Husniyah, M.Pd.I. Dosen muda Pasca Sarjana Universitas Islam Lamongan tersebut juga memiliki pemaknaan tersendiri terhadap hari kebanggaan para perempuan.

Kepada beritajatim.com, dirinya bercerita dan menyampaikan pemikirannya tentang makna Hari Kartini. “Bicara Hari Kartini, bagi saya, adalah bicara perjuangan R.A. Kartini, tentang kesetaraan gender agar perempuan mendapatkan hak yang sama dengan laki-laki dalam bidang pendidikan. Serta pentingnya perempuan dalam mengenyam pendidikan tanpa harus meninggalkan fitrahnya sebagai wanita muslimah, ini adalah prinsip yang saya pegang selama ini.”

Juara 1 Yuk Kabupaten Lamongan tahun 2008 tersebut juga menyampaikan bahwa perempuan adalah makhluk ciptaan yang wajib disayangi, dikasihi dan diperjuangkan. Maka sudah saatnya dibumihanguskan hal hal yang berkaitan dengan penindasan, kekerasan, dan diskriminasi pada perempuan Indonesia.

“Perempuan itu wajib disayangi, dikasihi dan diperjuangkan, meskipun sampai tahun 2021, masalah yang melanda perempuan Indonesia juga masih belum rampung, salah satunya yang masih selalu muncul adalah kekerasan dalam rumah tangga,”

“Perempuan cerdas akan lebih memilih untuk membangun inner beauty dirinya dengan berakhlaq, beradab, dan berpendidikan tinggi, dengan demikian tidak dipandang sebelah mata oleh laki-laki. Oleh sebab itu, tetaplah semangat untuk semua perempuan di Indonesia, terutama anak-anak yang masih mengenyam pendidikan di bangku SMP dan SMA. Jangan terburu untuk pacaran dan menikah dini, karena masa depan kalian masih sangat jauh untuk diperjuangkan.”

Lebih lanjut, Dr. Ifti menyampaikan terkait relevansi Hari Kartini di masa pandemi. Menurutnya, dampak besar pandemi mengarah pada perempuan, maka penting untuk terus memberikan dukungan, baik materi maupun immateri buat mereka.

“Perempuan sangat terdampak dengan adanya pandemi, terlebih ibu-ibu rumah tangga dalam sektor ekonomi. Bisa karna penghasilan suami semakin defisit atau bahkan tidak ada pemasukan sama sekali karena berhenti kerja di masa pandemi.”

“Pentingnya memberikan support materi dan immateri buat perempuan Indonesia dari pemerintah melalui program-program, baik UMKM maupun modal-modal lainnya untuk mengembangkan potensi dan keahlian yang dimiliki perempuan masa pandemi ini untuk bisnis atau berjualan. Sehingga bisa memperbaiki perekonomian keluarga di saat pandemi ini, secara online maupun offline.”

Salah satu dari tokoh muda inspiratif Lamongan tersebut, juga menambahkan harapannya kepada para perempuan, khususnya di Lamongan, untuk tetap menjadi diri sendiri, menjadi wanita yang berakhlak mulia, berpendidikan, berdedikasi tinggi, mandiri dan berprestasi agar perjuangan R.A. Kartini di masa lampau tidak sia-sia. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar