Gaya Hidup

Makan 20 Menit, Resto Bakaran di Surabaya Ini Bikin Strategi Khusus

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Pusat telah memberikan kebijakan untuk para pemilik FnB dengan memberlakukan sistem makan di tempat. Tapi ada batasan waktu hanya 20 menit bagi para pengunjung resto atau warung.

Salah satu tempat makan bebakaran di kota Surabaya, Bull Grill turut terdampak kebijakan itu. Resto yang berada di kawasan Taman Bungkul ini akhirnya membuka pelayanan makan di tempat setelah dua minggu selama masa PPKM Darurat. Mereka memilih menjual menu bakaran ini melalui sistem take away delivery.

Muhammad Firdaus, Owner Bull Gril mengatakan ia mencoba untuk membuka restoran grillnya satu hari setelah penetapan diijinkan buka. Memang berat dengan memberlakukan makan di tempat dengan konsep bakaran dengan waktu 20 menit. Sebab biasanya para customer bisa makan 90 menit dengan santai kini harus rela memangkas waktu makannya.

“Bisa makan di tempat dengan prokes sangat ketat dan kami memberikan edukasi kepada semua para customernya jika harus mematuhi peraturan yang telah ditetapkan. Setiap customer yang datang akan diberikan food container untuk mengambil daging hingga sayur yang telah dipilih secara paketan,” ungkap pria yang kerap disapa Daus ini.

Mereka bisa makan di tempat dengan dibantu time keeper yang siaga untuk menghitung waktu customer. Jika makanan para customer ini masih belum habis, mereka bisa membungkus makanan mereka dengan tawaran matang atau mentah. Untuk penghitungan makan pun telah diatur. Waktu 20 menit ini terhitung ketika makan sudah disiapkan semua oleh para pelayan resto.

“Ya tentu ini pilihan yang sangat sulit, biasanya kita makan bakaran 90 menit sekarang hanya bisa 20 menit tapi ini yang kami edukasi kepada para customer pilihannya, ya seperti itu mereka bisa membawa pulang makanan sisa dari yang dimakan bisa mentah bisa matang. Untuk waktu antara cukup dan ga cukup ya mau ga mau harus mau mentaati peraturan,” ungkap Firdaus ketika ditemui, Selasa (26/7/2021).

Sebelumnya selama masa PPKM Darurat pihaknya telah memutar inovasi supaya bisa tetap bertahan di tengah kondisi yang serba dibatasi. Take away delivery menjadi salah satu pilihannya.

Para customer bisa membeli langsung dan membawa pulang dan dipinjami satu set alat bakaran, kompor hingga yang lain. Dan mereka bisa memilih paket sesuai yang ditentukan mulai dari 90 ribu hingga 125 ribu untuk paket bakaran dan 48 ribu hingga 58 ribu untuk paket suki.

Salah satu customer asal Mojokerto, Esti Dwi mengatakan jika ia rela makan di tempat ini karena mengobati rasa rindu makan bebakaran. Meskipun hanya 20 menit, ia rela makan bersama beberapa rekannya.

“Rasanya aneh masa makan bakaran cuma 20 menit, dan itu cepet banget rasanya baru beberapa suap eh tiba-tiba udah habis waktunya. Tapi beruntung bisa dibawa pulang jadi bisa diteruskan di rumah meskipun pilihan ini ngga nyaman,” tutupnya. [way/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar