Gaya Hidup

Lomba Gepuk Bantal, Adu Keseimbangan di Atas Aliran Sungai

Para peserta lomba gepuk bantal di Dusun Gempal,Desa Wunut,Kecamatan Mojoanyar,Kabupaten Mojokerto. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Moment peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) bisa jadi menjadi moment yang ditunggu semua warga, tak terkecuali anak-anak. Pasalnya, sejumlah lomba selalu digelar di setiap lingkungan masyarakat.

Seperti di Dusun Gempal, Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar Kabupeten Mojokerto. Minggu (18/8/2019), pagi di sungai yang terletak di selatan desa sudah dipenuhi masyarakat. Ini lantaran karang taruna setempat menggelar lomba gepuk bantal.

Acara yang diperuntukkan anak-anak usia mulai 10 hingga 16 tahun ini, merupakan lomba pertarungan saling pukul dengan menggunakan bantal. Namun dilakukan di atas sungai yang mengalir dengan duduk di atas bambu yang dipasang melintang di atas sungai.

Aturan mainnya, dua peserta duduk di atas bambu kurang lebih sepanjang 5 meter yang ditopang dua penyangga di atas permukaan air. Peserta yang bisa menjatuhkan lawannya, dinyatakan menang. Permainan ini sangat mengandalkan keseimbangan.

Ketika lomba dimulai dua orang bersiap menuju arena gebuk bantal yang berupa sebatang bambu yang diletakan di tengah kali. Dengan bantal yang sudah mereka genggam, ketegangan begitu terlihat di wajah mereka. Masyarakat yang melihat tak jarang memberikan suport bagi kedua peserta.

Sehingga suara teriakan dari pinggir sungai terdengar nyaring memberikan semangat kepada para peserta lomba. Teriakan dan tepuk tangan semakin meriah ketika satu diantara peserta gebuk bantal jatuh ke dalam sungai. Ketika satu diantara peserta jatuh kedalam air sungai maka pertarungan harus dihentikan.

Salah satu panitia lomba, Fauzi Abdulah (29) mengatakan, pemilihan lomba gepuk bantal dinilai menarik sehingga pada peringatan HUT RI kali ini digelar. “Karena tahun lalu tidak ada. Adanya panjat pohon pisang di atas sungai ini,” ungkapnya.

Masih kaya Fauzi, hampir sama dengan lomba gepuk bantal tapi pohon pisang diberi oli dengan posisi pohon pisang digantung sehingga peserta bergelantungan. Namun lomba tersebut khusus untuk orang dewasa sehingga tahun ini lomba gepuk bantal agar anak-anak bisa berpartisipasi.

“Meskipun hadiahnya tidak sebanding dengan jerih payahnya sambil basah-basahan tapi keseruan dan kebersamaannya menghibur. Peserta anak-anak usianya 10 hingga 16 tahun karena lomba ini memang khusus untuk menghibur anak-anak saat liburan sekolah,” katanya.

Meski orang dewasa tak bisa mengikuti lomba gepuk bantal, namun panitia menggelar lomba volly antar RT dengan peserta emak-emak dan bapak-bapak. Pembagian hadiah dari seluruh lomba yang digelar akan dibagi saat puncak acara di panggung gembira.

“Lomba ini diselenggarakan oleh remaja karang taruna Dusun Gempal dengan dana yang didapat dari iuran warga dan pemuda desa,” pungkasnya.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar