Gaya Hidup

Ling Tien Kung Resmikan Sasana Ke 88 Di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Senam Ling Tien Kung kini terus diminati warga Surabaya. Buktinya Sasana Ling Tien Kung yang ke-88 di Surabaya secara resmi di buka dikawasan  Kertajaya Indah 47.
88 Sasana Ling Tien Kung yang diresmikan oleh Toni Liono, Koordinator Otonom Khusus Ling Tien Kung. Acara juga dihadiri oleh Teguh Kinarto,  Ketua Sasana Ling Tien Kung dan Podo Joyo Masyhur (PJM) Group dan Pangdam V /Brawijaya serta ratusan anggota Ling Tien Kung.
“88 Sasana ini terbentuk karena semakin bertambahnya anggotanya setiap tahunnya. Manfaatnya yang mampu mengobati berbagai jenis penyakit inilah yang membuat anggotanya terus bertambah, bahkan dikalangan TNI dan kepolisian pun mulai menjadikan senam Ling Tien Kung menjadi salah satu kegiatan mereka,” ungkap Teguh Kinarto, Rabu (22/1/2020).
Sebagai Ketua, Teguh berharap tahun ini setidaknya di Surabaya punya 100 Sasana Ling Tien Kung sebab saat ini saja anggotanya sudah mencapai 20 ribu orang.
Senam Ling Tien Kung sendiri sekilas memiliki gerakan yang sederhana, namun peserta bisa berkeringat karena yang sasar adalah pusat sistem hormon (hipotalamus) yanh mengelola seluruh sistem peredaran darah, sehingga keseimbangan tubuh menjadi baik. Seimbangan hormon inilah yang membuat pesenam akan terbebas dari berbagai penyakit yang berhubungan dengan darah seperti Diabetes, Darah Tinggi, Asam Urat, Stroke, Leukimia, Ambeien, dan lainnya.
“Kami ingin masyakat sehat bugar tanpa tanpa obat, tanpa alat. Cukup latihan yang teratur dan disiplin,”  harap Teguh.
Hal yang sama juga diamini oleh Toni Liono yang sudah menjadi pelatih dan Kordinator Otonom Khusus ini, sejak 5 tahun lalu itu. Kecintaannya pada Ling Tien Kung berawal dari upaya mencari pengobatan untuk penyakit migrain, vertigo, hipertensi dan diabetes yang dideritanya. Bahkan sakit itu telah membawanya 12 kali masuk rumah sakit.
“Lelah keluar masuk rumah sakit akhirnya saya coba Ling Tien Kung. Hasilnya semua sakit saya sembuh dan kini Ling Tien Kung sudah menjadi bagian dari hidup saya. Saya lebih cinta Ling Tien Kung dibanding diri saya sendiri,” tandas lelaki yang menghabiskan waktu luangnya untuk melatih gerakan Ling Tien Kung diberbagai Sasana di Surabaya itu. [rea/ted]




Apa Reaksi Anda?

Komentar