Gaya Hidup

Libur Lebaran, Obyek Wisata di Kabupaten Kediri Jadi Favorit

Kediri (beritajatim.com) — Libur Hari Raya Idul Fitri 1440 H dimanfaatkan oleh masyarakat untuk silaturahmi ke rumah kerabat dan berwisata. Di Kabupaten Kediri, beberapa obyek wisata menjadi tempat favorit untuk berlibur.

Ada sejumlah destinasi wisata yang menarik. Baik tempat wisata alami maupun buatan di Kabupaten Kediri. Kesemuanya dipadati oleh pengunjung. Seperti, Kawasan Wisata Gunung Kelud, jumlah pengunjung mencapai 5.000 orang per hari.

Tidak hanya menikmati keindahan alamnya, wisatawan juga dapat bersantai di Taman Agro Margomulyo, berswafoto dengan latar belakang kawah Kelud maupun berpetualang menjelajahi terjalnya medan offroad.

Adventure offroad lereng Gunung Kelud inilah yang saat ini tengah digandrungi wisatawan. Menaiki kendaraan four wheel drive, para peserta diuji adrenalinnya melewati jalan penuh tantangan sepanjang 18 km.

Sembari berteriak sepuasnya dengan jantung yang terpacu saat offroad, peserta diajak menikmati lereng Gunung Kelud melalui jalan perkebunan. Sejauh mata memandang, suasana asri dan alami begitu nyata terbentuk.

Tak kalah dengan Gunung Kelud, beberapa destinasi lain juga menyedot perhatian, diantaranya Sumber Ubalan, area wisata Besuki, Pemandian Corah, Candi Surowono dan wisata Sumber Podang.

Pada 5-9 Juni 2019, jumlah pengunjung kawasan wisata Gunung Kelud mencapai 18.326 orang, Sumber Ubalan 4.230 orang, Besuki 4.081 orang, Corah 872 orang, Surowono 533 orang dan Sumberpodang sebanyak 1.387 orang.

Total pengunjung pada lima hari libur lebaran tersebut tercatat 29.429 orang. Sedangkan untuk kawasan SLG, rata-rata setiap hari dikunjungi 5.000 orang.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab. Kediri, pada libur lebaran periode 5-9 Juni 2019, pendapatan obyek wisata Gunung Kelud mencapai Rp 206.933.000, Sumber Ubalan Rp. 32.745.000, Besuki Rp. 32.071.000, Corah Rp. 4.219.000, Surowono Rp. 2.315.000, dan Sumberpodang Rp. 3.865.000.

Plt. Kepala Dinas Kominfo Krisna Setiawan, SAP, MSi mengatakan, pengembangan infrastruktur pariwisata dan fasilitas penunjang area wisata yang dilakukan selama ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. Harapannya kedepan dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke wisatawan yang akhirnya meningkatkan kesejahteraan warga.

“Meningkatnya kunjungan wisatawan tentu diharapkan memberikan¬†multiplier effect. Selain meningkatnya PAD, sektor perekonomian masyarakat pun diharapkan meningkat, terutama dengan tumbuh dan berkembangnya sektor-sektor ekonomi kreatif yang mendukung sektor pariwisata,” katanya. [adv kominfo/nng]

Apa Reaksi Anda?

Komentar