Gaya Hidup

Lebaran, Tidak Ada Pasar Malam di Alon-alon Ponorogo

Kepala Disperdagkum Ponorogo Addin Andhanawarih. (Foto/Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Biasanya memasuki bulan Ramadan seperti sekarang ini, alon-alon Ponorogo sudah mulai disesakki oleh pedagang. Ya, bisa dikatakan sudah menjadi tradisi, jika saat seperti ini ada pasar malam di alon-alon. Namun, nampaknya pasar musiman itu, tahun ini ditiadakan.

“Ya alasannya sudah jelas, dampak pandemi Covid-19 ini. Menjelang lebaran ini tidak ada pasar malam di alon-alon Ponorogo,” Kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Ponorogo Addin Andhanawarih, Jumat (1/4/2020).

Dasar ditiadakannya pasar malam tersebut, kata Addin adalah intruksi bupati nomor 2 tahun 2020 tentang upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Ponorogo. Yangbsalah satunya berbunyi dilarang melakukan pengumpulan massa. Dan pasar malam berpotensi intuk itu.

Selain itu juga dari maklumat Kapolri tentang Covid-19, yaitu perintah untuk melakukan physical distancing. Dan alon-alon adalah satu kawasan physical distancing setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Serta juga ada himbauan dari Dinas terkait Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat.

“Jadi mereka mengimbau untuk tidak mengadakan pasar malam atau Pameran-pameran saat Covid-19 melanda ini,” katanya.

Maka dari itu, Dinas Perdagkum Ponorogo sudah melakukan sosialisasi dan pemberitahuan kepada pedagang. Baik itu yang ada di Ponorogo maupun di luar kota. Addin mengakui, jika akibat tidak adanya pasar malam ini tidak bisa memenuhi target yang diwajibkan. Sebab, adanya Covid-19 ini, pihaknya tidak menarik retribusi.

“Jelas ini sangat mempengaruhi Penghasilan Asli Daerah (PAD), tidak mencapai target yang diberikan kepada kami,” pungkasnya. [end/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar