Gaya Hidup

Langit Desa Bakalan Berhias ‘Naga’ Raksasa

Layang-layang model naga raksasa sedang terbang di angkasa Desa Bakalan, Selasa (1/9/2020). [Foto/Yusuf Wibisono]

Jombang (beritajatim.com) – Keindahan langit di Desa Bakalan, Kecamatan Sumobito, Jombang terlihat pada Selasa (1/9/2020). Langit itu biru membentang, tersaput awan putih tipis-tipis. Keindahan itu semakin padu dengan munculnya seratusan layang-layang cantik di angkasa.

Layang-layang tersebut berbagai model. Ada berbentuk burung, ada yang berbentuk kubus, ada juga layang-layang dengan ekor panjang menjuntai. Dan yang paling membetot perhatian adalah dua layangan naga berukuran raksasa. Layangan itu panjangnya 50 meter.

Pada bagian kepala terlihat gigi naga yang runcing-runcing. Kemudian nampak tali atau tambang memanjang ke bawah. Tali plastik itu berukuran kecil. Nah, lewat tali itulah sedikitnya lima anak muda mengendalikan ‘naga raksasa’ yang sedang terbang di langit biru.

Model lain yang menyita perhatian penonton adalah layang-layang perahu. Layang-layang tersebut juga dengan mudah terbang ke angkasa. Layaknya perahu, terlihat layar bertumpuk di bagian atas. Lagi-lagi, terlihat pula tali plastik panjang menjuntai yang digunakan oleh sejumlah anak muda mengendalikan layang-layang berukuran besar tersebut.

Sedangkan layangan berukuran besar lainnya adalah model kereta kencana lengkap dengan kuda penariknya. Namun sayang, layangan ini gagal terbang. Sekitar enam anak muda berusaha menerbangkannya berkali-kali, namun tetap saja tidak berhasil. “Layangan model kereta kuda milik kami kami gagal terbang. Mungkin kurang berimbang,” kata pemilik layang-layang itu.

Itulah kemeriahan lomba layang-layang hias yang digelar 76 Heppiii Community Desa Bakalan di lapangan setempat. Sebanyak 102 layang-layang ikut dalam lomba dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-75 itu. Dari pengeras suara, panitia terus memberikan semangat. Kemeriahan itu semakin klop dengan hadirnya penonton di lapangan Bakalan.

Layang-layang kereta kencana yang gagal terbang

Ketua 76 Heppiii Community Desa Bakalan, Eko Cahyono (36) mengatakan, selain dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-75, featival layang-layang tersebut juga untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Sebab, selama pandemi ini masyarakat lebih banyak di rumah.

Walhasil, animo masyarakat dalam festival tersebut cukup bagus. Terbukti, terdapat 102 peserta yang mendaftar. Mereka membawa layang-layang yang memiliki keunikan dan kreatifitas tinggi. Berbagai model layangan ikut dalam festival tersebut.

Dari situ panitia melakukan penilaian guna menentukan juara. Penilaian itu meliputi tingkat kreatifitas (bentuk dan tema kemerdekaan) dan kemudian kemudahan cara terbang layang-layang. Panitia menentukan 11 juara. Mulai juara favorit penonton, juara favorit panitia hingga juara umum. “Mereka mendapatkan tropi, bingkisan, serta uang tunai,” ujar Eko.

Adalah Sidik dkk yang beruntung dalam festival tersebut. Layang-layang model naga raksasa dengan panjang 50 meter miliknya didaulat menjadi juara. Begitu namanya diumumkan, warga Desa Bakalan ini langsung menuju panggung kecil di lapangan. Dia bersorak kegirangan. Di atas panggung itu juga Sidik digendong teman-temannya sembari memegang tropi.

Layang-layang naga raksasa yang menyita perhatian penonton

Sidik mengatakan, untuk menerbangkan ‘naga raksasa’ tidak mudah. Dia harus dibantu rekan satu timnya. Untuk membuat layang-layang tersebut juga membutuhkan waktu cukup lama, yakni dua minggu. Walhasil, kerja keras yang dilakukan Sidik berbuah manis.

Dia berhasil meraih juara umum dalam festival layang-layang di lapangan Desa Bakalan. “Tentu senang karena menjadi juara. Pembuatan layangan ini membutuhkan waktu dua minggu. Panjangnya 50 meter,” kata Sidik usai menerima hadiah. [suf]

Juara umum festival layang-layang meluapkan kegembiraan




Apa Reaksi Anda?

Komentar